Menhan AS pantau respons internasional soal tindakan Rusia ke Ukraina

Menhan AS pantau respons internasional soal tindakan Rusia ke Ukraina

Sebuah tank milik Angkatan Bersenjata Ukraina melakukan penembakan saat latihan militer di lapangan latihan di dekat perbatasan dengan Crimea yang dianeksasi oleh Rusia di Kherson, Ukraina, dalam foto yang disiarkan oleh layanan pers Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Ukraina, Rabu (17/11/2021). ANTARA FOTO/Press Service of General Staff of the Armed Forces of Ukraine/Handout via REUTERS/foc/cfo (Reuters/Armed Forces of Ukraine)

Seoul (ANTARA) - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin pada Kamis menyarankan setiap tanggapan AS terkait tindakan Rusia terhadap Ukraina dilakukan bersama dengan komunitas internasional.

Pernyataan itu disampaikan Austin saat ia meminta Moskow untuk transparan tentang pembangunan kapasitas militer mereka.

Selama kunjungannya ke Korea Selatan, Austin juga menyuarakan harapan bahwa Amerika Serikat dan Rusia dapat berupaya untuk "menyelesaikan masalah dan kekhawatiran serta menurunkan ketegangan di kawasan."

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah memperingatkan Moskow untuk menarik kembali pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina, dengan mengatakan invasi Rusia akan memicu sanksi yang akan menghantam Moskow lebih keras dari sanksi yang sudah dikenakan sampai sekarang.

Saat ditanya apakah sanksi terhadap Rusia akan benar-benar bersifat ekonomi, Austin menolak menjawab secara langsung dan hanya mengatakan bahwa "metode terbaik" yang akan digunakan.

"Apa pun yang kami lakukan akan dilakukan sebagai bagian dari komunitas internasional. Kasus terbaiknya adalah kami tidak akan melihat serangan Uni Soviet ke Ukraina," kata Austin, yang secara tidak sengaja menyebut Rusia sebagai bekas Uni Soviet.

Ukraina merupakan satu negara bekas pecahan Uni Soviet yang bercita-cita untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO.

Ukraina telah menjadi titik utama konflik dalam hubungan antara Rusia dan negara-negara Barat yang memburuk hingga ke tingkat terburuk dalam tiga dekade sejak Perang Dingin berakhir.

Ukraina mengatakan Rusia telah mengerahkan lebih dari 90.000 tentara di dekat perbatasan panjang kedua negara.

Rusia menuduh Ukraina mengejar pembangunan militernya sendiri. Namun, Ukraina telah membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai hasutan sementara Rusia mempersiapkan serangan ke Ukraina.

Akan tetapi, Ukraina pun membela haknya untuk mengerahkan pasukan di wilayahnya sendiri jika dipandang perlu.

Sumber: Reuters
Baca juga: Blinken bicara dengan Prancis soal aktivitas militer Rusia di Ukraina
Baca juga: Presiden Volodymyr: 100.000 tentara berada di dekat perbatasan Ukraina
Baca juga: Putin rayakan Hari Persatuan Rusia di Krimea, Ukraina protes

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hadapi ancaman invasi, Ukraina gencarkan lagi wajib militer

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar