London (ANTARA News) - Harry Redknapp menyerukan pemanfaatan teknologi yang bisa membantu melihat proses terjadi gol di garis gawang menyusul kontroversi yang terjadi seputar gol pembuka Chelsea dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Tottenham 1-2 Sabtu waktu setempat (Minggu dinihari WIB).

Manajer Tottenham Redknapp merasa sangat geram ketika tembakan yang dilepaskan Frank Lampard dinyatakan telah melewati batas garis gawang setelah sempat lepas dari kontrol kiper Heurelho Gomes.

Padahal tayang ulang televisi menunjukkan bahwa keputusan untuk mengesahkan gol itu merupakan suatu kesalahan.

Oleh sebab itulah pelatih Hotspur itu sekarang berpendapat bahwa sudah waktunya untuk melakukan perubahan, apalagi kesalahan-kesalahan seperti itu sudah pernah terjadi sebelumnya, misalnya gol Lampard yang dianulir ketika bermain untuk Inggris melawan Jerman di final Piala Dunia 2010.

"Menanyakan apakah bola masuk atau tidak kepada hakim garis adalah suatu tindakan yang benar dari seorang wasit," kata Redknapp, "Namun jika hakim garis kemudian juga menebak-nebak, karena memang sulit untuk memastikan masuk tidaknya sebuah bola dari jarak 16,5 meter ketika meluncur di garis gawang, maka mengambil keputusan dalam kondisi seperti itu sungguh sulit. Apabila hal itu dilakukan dengan cara menebak-nebak maka hasilnya bisa merupakan suatu kesalahan," tambahnya.

"Sampai kita mendapatkan teknologi itu maka hal-hal seperti ini akan terus terjadi. Ingat ketika Frank Lampard berhasil meluncurkan tembakan yang jelas-jelas masuk, namun karena tidak adanya teknologi itu maka terjadilah situasi yang mirip seperti ini. Apa yang salah dengan mendapatkan keputusan yang tepat? Dimana letak menyenangkannya suatu pertandingan, jika tidak bisa diperoleh sebuah keputusan yang tepat. Setiap bola yang melewati garis batas gawang harus dapat dipastikan," kata Redknapp berceloteh.

Dan ia terus mengomel dengan memberi contoh ketika Rumania melawan Bulgaria pada Piala Eropa 1996 dimana Rumania harus tersingkir karena golnya yang tidak diakui.

"Menggunakan Teknologi garis gawang tentu bisa, mengapa tidak? tinggal melihat ke layar dan berkata: "tidak gol!" dan itu hanya butuh beberapa detik saja kok," katanya.

Dalam pertandingan antara Chelsea melawan Tottenham, selain gol pertama Lampard yang dipermasalahkan gol kedua dari Salomon Kalou juga memicu kontroversi karena pemain dari Pantai Gading itu sebenarnya sudah dalam posisi offide.

Kemenangan itu membuat Chelsea berhasil memangkas selisih poin menjadi tiga angka dari Manchester United yang akan menghadapi Arsenal pada hari Minggu.

Karena Chelsea akan bertemu Manchester United di Old Trafford pada 8 Mei tim asuhan Ancelotti ini sekarang memiliki kesempatan untuk menyalip MU pada pertandingan-pertandingan terakhir musim ini.

"Tentu saja kami tidak mau menang dengan cara seperti ini, tetapi hari ini kami beruntung," aku Ancelotti, pelatih Chelsea.

"Kami harus jujur ​​dan mengatakan ini. Ketika televisi bisa menunjukkan mana keputusan yang benar dan mana yang salah, memang sulit untuk menyangkalnya, tetapi hari ini kami beruntung. Kami harus menerima apa-apa yang baik yang terjadi pada kami sebagaimana halnya ketika terjadi sesuatu yang buruk terhadap kami," katanya berfilosofis.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Minggu ketika Arsenal bertemu MU, tapi apa pun hasilnya nanti tidak masalah bagi kami. Yang pasti musim ini akan berakhir dengan fantastis - tidak masalah apakah Arsenal atau Manchester yang menang - yang jelas selisih paling banyak adalah enam poin," jelasnya.

"Yang harus kami lakukan adalah memenangi pertandingan selanjutnya di Old Traford. Jika selisih kami hanya tiga atau enam poin, tidak masalah. Yang penting adalah kami berhasil menipiskan selisih poin dalam dua bulan, yang berarti tim ini telah bereaksi dengan baik," tambah Ancelloti.

Kalou kembali diturunkan dari bangku cadangan dan ditempatkan sebagai penyerang.

Namun ketika mencetak gol malam itu dia tidak memperlihatkan kegembiraan dan tidak melakukan perayaan kemenangan sehingga menguatkan kecurigaan bahwa dia memang sedang sangat kecewa karena tidak pernah lagi diturunkan dari awal pertandingan.

Ancelotti berkata: "Saya tidak tahu apakah dia kecewa atau tidak, yang jelas saya senang karena dia mencetak gol. Jika ia tidak merayakan karena dia kecewa, saya tidak tertarik membahasnya," katanya tegas.

"Saya mengerti bahwa pemain saya tidak selalu senang berada di bangku cadangan, tapi ini Chelsea Sebuah klub papan atas. Anda juga harus bersaing secara sehat di dalam tim karena klub papan atas tidak hanya memiliki pemain hebat di dalam lapangan, tetapi juga di bangku cadangannya," tutup Ancelloti.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011