Kampung Kerukunan di Jaksel untuk kolaborasi antarumat agama

Kampung Kerukunan di Jaksel untuk kolaborasi antarumat agama

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji (tengah memakai baju putih) meresmikan Kampung Kerukunan di Rukun Warga (RW) 04 dan RW 09, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (8/12/2021). ANTARA/HO-Sudin Kominfo Jakarta Selatan.

kami saling membantu ketika ada masalah
Jakarta (ANTARA) - Kampung Kerukunan di rukun warga (RW) 04 dan RW 09, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk mewujudkan kolaborasi antarumat beragama di wilayah tersebut.

"Warga kedua RW ini sangat menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama," kata Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji saat meresmikan kedua Kampung Kerukunan itu di Jakarta, Rabu.

Selain itu, keberadaan dua tempat ibadah umat Islam dan Kristen/Katolik yang tepat berada di tengah wilayah itu juga menjadi dasar pembentukan kampung kerukunan tersebut.

Isnawa Adji mengatakan, perbedaan semestinya tidak menjadi halangan untuk berbagi, toleransi, berumah tangga dan saling menjaga kenyamanan antarwarga.

"Kita sejak kecil sudah akrab dengan kebhinekaan. Semuanya pernah mengalami teman dari suku agama yang berbeda. Ada dari Jawa, Ambon, Aceh, Makasar, agamanya juga beragam, Hindu, Budha Kristen dan yang lain," kata dia..

Dia pun berharap peresmian Kampung Kerukunan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Administrasi Jakarta Selatan ini akan semakin menambah khasanah perbedaan mewujudkan kolaborasi satu sama lain.

Sementara itu, Ketua Rukun Warga 09 Sungkono menjelaskan, bahwa keberadaan GPIB Sejahtera sejak awal hingga berdirinya Masjid Nurul Huda tidak pernah menimbulian konflik antarumat di wilayahnya.

"Banyak pendeta berganti, banyak juga jemaat gereja yang beribadah. Saya belum pernah mengalami masalah apapun. Malahan yang ada, kami saling membantu ketika ada masalah," ujarnya.

Baca juga: Dosen di Jakarta minta maaf kepada umat Hindu atas dugaan pelecehan
Baca juga: Pancasila bisa jadi senjata perangi perselisihan berlatar agama

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemerintah tetapkan 1 Ramadhan pada 13 April

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar