counter

Vettel Tak Tersaingi di GP Turki

Vettel Tak Tersaingi di GP Turki

Pembalap Jerman, Sebastian Vettel (reuters)

Istanbul, Turki (ANTARA News) - Pembalap juara dunia Formula Satu Sebastian Vettel semakin memperlebar jarak dari para pesaingnya dalam pengumpulan poin untuk perburuan gelar juara dunia balap mobil F1 musim ini dengan sebuah penampilan yang hampir tanpa cacat ketika dia menjuarai Grand Prix Turki, Minggu.

Pembalap Jerman berumur 23 tahun itu tak tersaingi oleh pembalap-pembalap lain bahkan semenjak babak kualifikasi pada Sabtu ketika dia dengan luar biasa merebut posisi polenya yang ke-19 yang kemudian dilanjutkannya dengan penampilan tak terkalahkan sampai dikibarkannya bendera finish di Sirkuit Istanbul Park, Minggu.

Dengan kemenangan itu berarti Vettel telah memenangi tiga dari empat seri balapan pada tahun ini.

Kemenangan itu adalah yang ke-13 dalam karirnya yang juga merupakan bagian dari hari kemenangan yang membanggakan bagi tim Red Bull karena rekan setimnya pembalap Australia Mark Webber juga berhasil menduduki tempat kedua setelah menyalip dengan sebuah manuver brilian pembalap Spanyol juara dunia dua kali Fernando Alonso di atas Ferrari pada beberapa putaran akhir.

Kemenangan satu-dua itu adalah yang pertama kalinya di musim ini bagi tim yang bermarkas di Inggris itu, dan merupakan suatu pembuktian kelas tersendiri tim itu dalam sebuah balapan yang penuh dengan aksi susul menyusul dan insiden senggolan antara para pembalap di belakang mereka.

Alonso, yang memulai era kebangkitannya bersama Ferari yang mulai terlihat perkasa jika dibandingkan dengan tiga balapan sebelumnya, finish di tempat ketiga di depan pebalap Inggris Lewis Hamilton, juara dunia 2008, yang terpaksa harus puas di tempat keempat bersama mobil McLarennya.

Kegagalan Hamilton naik podium kali ini disebabkan oleh kesalahan strategi tim serta kemelut saat pit stop ketika salah satu baut roda mobilnya terlihat sulit untuk dilepas.

Bagi Alonso, dan Ferrari, ini adalah podium finish pertama mereka di musim ini dan merupakan suatu bentuk penegasan bahwa mereka telah kembali menjadi calon penantang yang harus diperhitungkan oleh juara dunia Red Bull dan tim-tim lain setelah sempat mengalami serangkaian kesulitan dan performa yang tidak meyakinkan di balapan-balapan awal tahun ini.

Pebalap Jerman Nico Rosberg berada di tempat kelima bersama mobil Mercedesnya di depan pembalap Inggris Jenson Button di atas mobil McLaren kedua.

Button yang juara dunia 2009 itu di lap-lap akhir perlombaan terlihat kesulitan dengan mobilnya karena dia coba memainkan strategi tiga pit stop sementara para pembalap lain pada umumnya masuk pit stop sebanyak empat kali.

Pembalap Jerman yang lain Nick Heidfeld menyelesaikan balapan di tempat ketujuh untuk Renault di depan pembalap Rusia rekan setimnya Vitaly Petrov.

Pembalap Swiss Sebastien Buemi yang membawa mobil tim Toro Rosso berada di tempat kesembilan setelah mengatasi perlawanan gigih dari pembalap Jepang Kamui Kobayashi di atas mobil tim Sauber di tempat kesepuluh.

Sementara pembalap Jerman juara dunia tujuh kali Michael Schumacher (42) harus menyelesaikan balapan di tempat ke-12 satu tempat di belakang mantan rekan setimnya yang masih membawa Ferrari Felipe Massa dari Brazil.

Balapan itu berlangsung dengan catatan rekor pit stops terbanyak, yaitu sebanyak 73 kali oleh semua tim.

Sebelumnya rekor pit stop terbanyak tercipta pada 1993 ketika balapan tengah berlangsung di Inggris di sirkuit Donington Park yang diwarnai oleh hujan lebat dan kemudian dimenangi oleh pembalap legendaris dari Brazil mendiang Ayrton Senna untuk McLaren.

Vettel membukukan catatan waktu kemenangan satu jam 30 menit dan 17,558 detik dalam balapan tersebut. (OKS/A020/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar