Alunan Musik Angklung Bergema di kota Schweich Jerman

Alunan Musik Angklung Bergema di kota Schweich Jerman

Ilustrasi Memainkan Musik Angklung (ANTARA/R. REKOTOMO)

London (ANTARA News) - Musik angklung dari Jawa Barat yang melantunkan lagu "Laskar Pelangi" oleh grup band Nidji dan dilanjutkan dengan lagu "The Blue Danube" dari Johann Strauss serta "I Have a Dream" dari kelompok ABBA berhasil memukau undangan yang memadati gedung pertunjukan kota Schweich, Jerman.

Alunan musik angklung itu dibawakan oleh kelompok kesenian KJRI Frankfurt, pimpinan Wisnu Trihantoro.

Pelaksana fungsi Pensosbud KJRI Frankfurt kepada koresponden Antara London mengatakan bahwa keseluruhan kegiatan merupakan kerjasama dengan kantor walikota Schweich dan organisasi kebudayaan kota.

Setiap penampilan lagu yang dibawakan disambut tepukan penonton yang tidak henti-henti dan tepuk tangan sambil berdiri di akhir pertunjukan.

Pementasan di kota Schweich ini dilaksankan dalam rangka pembukaan kegiatan Indonesische Wochenende di kota Schweich sekaligus pembukaan pameran batik koleksi Rudolph Smend, pemilik galeri Smend di kota Koln dan wayang golek milik pemerintah kota Schweich.

Turut ditampilkan pula lagu-lagu daerah Indonesia di antaranya "Yamko Rambe Yamko" dari Papua, "Padang Bulan" dari Jawa Tengah, "Kincir-Kincir" dari Jakarta, dan "Pileuleuyan" dari Jawa Barat. Disamping penampilan musik angklung, turut disuguhkan pula tari Cenderawasih dari Bali.

Acara seni diawali dengan sambutan ketua perhimpunan kota Schweich dan kota sekitarnya, Berthold Biwer, yang menyampaikan apresiasi kepada KJRI Frankfurt atas kerjasamanya dalam mewujudkan kegiatan tersebut serta menjelaskan mengenai potensi seni budaya dan pariwisata yang dimilki oleh Indonesia.

Sambutan juga disampaikan walikota Schweich, Otmar Roler, yang menyampaikan harapan agar kerjasama dan antara kota Schweich dengan KJRI Frankfurt dapat berlanjut terus pada masa mendatang.

Konsul Jenderal RI, Damos Agusman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa angklung sangat berbeda dengan alat musik lainnya karena tidak dapat dimainkan secara individual dan harus dimainkan secara bersama-sama.

Hal tersebut mencirikan sifat dan tradisi masyarakat Indonesia, yaitu gotong royong dan kebersamaan.

"Pada saat Anda menyaksikan penampilan musik angklung, Anda akan melihat bagaimana kebersamaan dan prinsip integrasi itu diwujudkan di Indonesia yang sangat multikultural," katanya.

Jangan lupa pula, menurut buku "Eat, Pray and Love", hanya di Indonesia-lah Anda dapat menemukan cinta, oleh karena itu, berkunjunglah ke Indonesia dan temukan cinta Anda disana", kata Damos Agusman yang disambut dengan tepuk tangan dari para tamu yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI Frankfurt menandatangani buku emas kota Schweich dan menyerahkan buku mengenai batik kepada Berthold Biwer dan Otmar Roler.

Usai acara, beberapa tamu berkesempatan mencoba langsung memainkan alat musik angklung dan menyampaikan kekaguman bagaimana bambu dapat menjadi sebuah alat musik yang luar biasa di Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang juga membawa pulang berbagai informasi dan peta pariwisata mengenai Indonesia. (ZG)


(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Seniman pertunjukan di El Salvador gelar aksi bersama perangi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar