Jakarta (ANTARA News) - Penyidik Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Timur (Polrestro Jaktim) masih mendalami keterangan dua saksi, yakni supir Yunizar Simbolon dan petugas keamanan Hendrik Gunawan, terkait dugaan perampokan Anjungan Tunai Mandiri Bank Central Asia (ATM BCA) senilai Rp460 juta di di Apotek Robusa, Pondok Kopi.

"Kita masih mendalami kedua orang saksi tersebut, karena keterangannya berbeda," kata Kepala Satuan Hubungan Masyarakat Polrestro Jakarta Timur, Komisaris Polisi Didik Hariyadi, saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Didik mengatakan, penyidik mencurigai keterlibatan kedua saksi dalam aksi perampokan uang pengisian ATM BCA tersebut, pasalnya keduanya memberikan keterangan yang berbeda.

Ia menuturkan, petugas akan mencari alat bukti lainnya guna menjerat kedua saksi itu, jika Yunizar dan Hendrik tetap menyampaikan kronologis yang berbeda.

Polisi menduga kedua saksi melakukan standar prosedur yang salah untuk membawa dan mengawal pengiriman uang ATM BCA.

Sebelumnya, komplotan penjahat merampok uang tunai saat karyawan akan mengisi ATM BCA di Apotek Tania, Jalan Robusta Raya, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Minggu (15/5).

Pelaku membawa kabur mobil berisi uang tunai sekitar Rp2,3 miliar.

Polisi menemukan mobil yang dibawa oleh pelaku di sekitar Jalan Jati Bening 1 RT 2, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu tengah malam.

Petugas juga menemukan seorang satpam bernama Hendrik dengan kondisi luka pada bagian kepalanya, setelah dibawa pelaku.

Awalnya pelaku membawa mobil yang berisi uang tunai pengisian ATM sekitar Rp2,3 miliar, namun komplotan itu, meninggalkan uang sekitar Rp1,9 miliar di dalam kendaraan

Penyidik juga akan mengkonfrontasi empat saksi yang melihat kejadian perampokan itu, yakni Yunizar Simbolon, petugas keamanan Ahmad dan Hendrik Gunawan, serta teknisi pengisi ATM Zulfikar.
(T014/A011)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011