Kami menyampaikan rasa simpati kami kepada semua keluarga Filipina yang terdampak Topan Rai,
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah China pada Selasa (21/12) mendistribusikan bantuan untuk korban Topan Rai, yang memorakporandakan bagian tengah dan beberapa wilayah selatan Filipina pekan lalu.

Duta Besar China untuk Filipina Huang Xilian mengatakan barang-barang bantuan dari China sedang dalam perjalanan menuju beberapa daerah yang terdampak topan di Filipina tengah dan selatan.

"Kami menyampaikan rasa simpati kami kepada semua keluarga Filipina yang terdampak Topan Rai, yang sudah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian harta benda," ujar Huang dalam sebuah pernyataan.

Huang menambahkan, Kedutaan Besar China di Manila telah mengumpulkan 20.000 paket bantuan makanan senilai sekitar 8 juta peso (1 peso = Rp287) melalui aksi tanggap darurat. Masing-masing paket bantuan berisi 5 kilogram beras, 10 makanan kaleng, dan 10 bungkus mi.

"Dengan bantuan komunitas Filipina-China setempat, barang-barang bantuan ini sedang dalam perjalanan ke Cebu, Leyte, Negros Occidental, Bohol, Cagayan de Oro City, Surigao City, (dan) Negros Oriental," ujar Huang.
 
Personel Penjaga Pantai Filipina menyelamatkan sejumlah warga dari banjir yang dipicu Topan Rai di Cagayan de Oro City, Filipina, pada 16 Desember 2021. (Xinhua/Penjaga Pantai Filipina


Menurut Huang, sebanyak 4,725 juta kilogram beras sumbangan pemerintah China telah tiba di beberapa pelabuhan di Filipina. Dia menjelaskan bahwa 1,5 juta kilogram sudah berada di Cebu, sementara 3,225 juta kilogram telah tiba di Manila untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah-daerah yang terdampak topan.

Huang menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Filipina, khususnya Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina, karena telah dengan cepat mendistribusikan bantuan beras tersebut kepada rakyat Filipina yang menjadi korban Topan Rai.

"China akan melakukan yang terbaik untuk melanjutkan dukungan kuatnya terhadap upaya bantuan bencana pemerintah dan rakyat Filipina. Kami berharap semua yang terdampak dapat mengatasi kesulitan ini dan membangun kembali rumah mereka secepatnya," imbuh Huang.

Pada Senin , Juru Bicara Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional China (China International Development Cooperation Agency/CIDCA) Xu Wei mengatakan bahwa pemerintah China siap membantu Filipina dalam upayanya untuk pulih dari topan yang mematikan itu.

Xu juga menyampaikan belasungkawa China yang mendalam kepada para korban.

Topan Rai pertama kali menghantam Pulau Siargao, di lepas pantai timur Pulau Mindanao, Filipina selatan, pada Kamis (16/12) sore pekan lalu. Topan tersebut menerjang Filipina selama tiga hari dan menyebabkan banjir serta tanah longsor.

Topan menjauh dari Filipina pada Sabtu (18/12), meninggalkan jejak kehancuran di wilayah Filipina tengah dan selatan, termasuk beberapa daerah di pulau utama Luzon. 

Korban tewas akibat Topan Rai telah bertambah menjadi 375 orang dengan 56 lainnya masih dinyatakan hilang, menurut laporan kepolisian Filipina pada Senin (20/12).
 

Pewarta: Xinhua
Editor: Desi Purnamawati
Copyright © ANTARA 2021