Jakarta (ANTARA News) - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi naik 19 poin menjadi Rp8.523 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp8.542, karena aksi beli pelaku pasar berlanjut.

Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, mengatakan, rupiah akan terus bergerak naik hingga mencapai Rp8.500 per dolar, karena dolar AS berlanjut melemah.

Mata uang lokal itu tinggal selangkah lagi mencapai titik psikologis Rp8.500 per dolar, ujarnya.

Menurut dia, rupiah kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk mencapai level Rp8.500 dalam waktu dekat.

Karena Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan masuk pasar melakukan intervensi agar kenaikannya tidak terlalu cepat, katanya.

Ia mengatakan, rupiah bisa saja mencapai level tersebut apabila faktor positif itu makin kuat mendorong mata uang lokal itu.

"Kami optimis rupiah akan mencapai level Rp8.500 per dolar apabila BI membiarkan mengikuti pergerakan pasar lebih lanjut," ucapnya.

Rully Nova mengatakan, rupiah bisa saja mencapai level Rp8.500 per dolar AS, namun tidak akan berlangsung lama, karena BI segera melakukan intervensi dengan melepas cadangan rupiah.

BI saat ini memiliki cadangan devisa sebanyak 116,8 miliar dolar yang dinilai cukup mampu mengatasi gejolak rupiah yang terus menguat, ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa, Edwin Sinaga optimis rupiah akan bisa mencapai Rp8.500 per dolar, karena faktor positif masih mendukung mata uang lokal itu.

"Kami optimis rupiah bisa mencapai angka Rp8.500 per dolar," ujarnya. Kenaikan rupiah karena negara-negara Asean akan melakukan investasi di Indonesia dalam upaya membuka lahan baru seperti China, Jepang dan Korea.

Karena itu peluang rupiah untuk makin berada dibawah angka Rp8.500 per dolar makin kuat, ucapnya.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011