Buenos Aires (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dipaksa bermalam di bus untuk bertemu dengan para pemimpin Argentina, Senin (13/6), akibat awan debu gunung berapi di Chile, yang lebih buruk lagi itu adalah hari ulang tahunnya.

Ban menjadi pejabat paling tinggi yang jadi korban letusan gunung berapi Puyehue di Chile, yang berada di Pegunungan Andes, memasuki pekan kedua. Gunung berapi tersebut menyemburkan debu, yang telah mengganggu perjalanan udara dari Amerika Selatan ke Australia.

Ban tak mempunyai waktu untuk mengubah jadwalnya setelah pesawatnya dialihkan ke Kordoba dan ia harus menempuh jarak 700 kilometer pada malam hari menuju Buenos Aires dengan naik bus.

"Dia dan rombongannya pergi ke ibu kota naik bus sepanjang malam," kata juru bicara PBB Martin Nesirky.

Semuanya berakhir dengan baik saat Ban, yang merayakan ulang tahun ke-61 pada Senin, sampai di ibu kota Argentina tepat pada waktunya untuk bertemu dengan para pemimpin negeri tersebut dan mendapat dukungan mereka untuk masa jabatan keduanya sebagai sekretaris jenderal PBB.

"Kami gembira menyambut dia dan mengatakan kepada dia kami mendukung dengan senang hati dipilihnya dia kembali sebagai sekretaris jenderal," kata Presiden Argentina Cristina Kirchner.

Ia menyampaikan simpati, tapi menyatakan Ban setidaknya menikmati menu khas sarapan Argentina --alfajores, kue buatan rumah dengan isi karamel, dan kopi.

"Saya menyesal tak bisa mengubah cuaca lewat dekrit," kata wanita presiden Argentina itu. "Itu adalah perjalanan yang memerlukan waktu lama."

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton harus mempersingkat kunjungannya ke Afrika pada Senin guna menghindari awan abu lain dari letusan gunung berapi lain di Eritrea, kata seorang pejabat AS.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011