New York (ANTARA News) - Indonesia berharap Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon akan terus berupaya mengedepankan kepentingan negara-negara berkembang serta memajukan kemitraan antara perhimpunan negara Asia Tenggara dan PBB.

Harapan itu disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Hasan Kleib, di New York, Selasa, menyusul ditetapkannya Ban Ki-moon sebagai Sekjen PBB untuk masa jabatan kedua, yaitu untuk periode 1 Januari 2012 hingga 31 Desember 2016.

Masa jabatan kedua Ban Ki-moon itu ditetapkan melalui sebuah resolusi yang disahkan secara aklamasi di Markas Besar PBB, New York, oleh Majelis Umum PBB yang beranggotakan 192 negara, termasuk Indonesia.

Hasan berharap Ban dapat membawa PBB yang efektif, efisien dan transparan serta mengedepankan kepentingan negara berkembang dalam berbagai aspek, termasuk dalam hal target-target pembangunan milenium (MDGs), perubahan iklim, penanganan bencana serta kemiskinan.

"Dua-pertiga anggota PBB adalah negara-negara berkembang. Kita harapkan Sekjen Ban Ki-moon menjadi penyambung kepentingan negara-negara berkembang, juga dalam hal kemitraan dengan negara-negara maju," kata Hasan ketika menjawab pertanyaan ANTARA.


ASEAN

Sebagai Ketua Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) tahun 2011, maka Indonesia juga berharap Sekjen Ban Ki-moon akan memajukan kemitraan menyeluruh antara ASEAN dengan PBB.

Rancangan kemitraan tersebut saat ini sedang disusun oleh ASEAN dan PBB dan diharapkan akan ditandatangi pada KTT ASEAN-PBB pada November nanti di Bali.

Berkaitan dengan itu, ungkap Hasan, Perutusan Tetap RI (PTRI) di New York mengadakan pertemuan bulanan yang dihadiri para duta besar negara ASEAN guna membahas berbagai elemen kemitraaan menyeluruh ASEAN-PBB.

Setiap pertemuan juga dihadiri oleh para pejabat tinggi kantor Sekjen PBB.

"Bahkan Sekjen PBB (Ban Ki-moon) sendiri bulan lalu secara langsung menghadiri pertemuan yang dilangsungkan di PTRI New York... Harapan kita, Sekjen PBB akan terus membantu dan terlibat dalam penyusunan kemitraan menyeluruh," kata Hasan.

"Dan yang terpenting, juga mendukung pelaksanaan kemitraan tersebut mulai tahun depan," tambahnya.

ASEAN saat ini beranggotakan 10 negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar.(*)

(T.K-TNY)/B/A011)

(T.K-TNY/B/A011/A011) 22-06-2011 12:41:54

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011