Jamaah Korban Bus Terbakar Dapat Santunan 500 Riyal

Madinah (ANTARA News) - Sebanyak 44 jamaah haji asal Kudus, Jawa Tengah, dari kloter 46 Solo yang menjadi korban peristiwa terbakarnya bus yang mereka tumpangi dari Makkah ke Madinah pada Sabtu (21/) lalu, akhirnya mendapat santunan masing-masing sebesar 500 Riyal Arab Saudi. Santunan tersebut diberikan secara langsung oleh pihak Kementerian Haji yang diwakili oleh Kepala Divisi Angkutan haji Madinah Sholeh Hamzah Badaruddin dan Pihak Syarikah Al Madinah yang diwakili oleh Abdul Rahman Hafidz Abdul Hamid di Madinah, Senin dini hari. Mereka didampingi oleh petugas Daker Madinah yang diwakili Wakadaker Bidang Hubungan Instansi dan Protokoler H. Mashuri Ilam dan Wakadaker Bidang Penyelesaian Kasus Riduan Syahrani serta tiga orang petugas Subdaker 3. Pemberian santunan yang berlangung sekitar pukul 01.00 WAS itu dilakukan di pemondokan ke-44 jamaah haji yang seluruh kopernya hangus terbakar, yakni di rumah no.171/173 Sub Daker 3, wilayah Izziyat, Madinah. Seluruh jamaah yang sedang tertidur lelap terpaksa dibangunkan dalam rangka pemberian hadiah atau santunan berupa uang sebanyak 500 SR per orang. Pada kesempatan itu, Sholeh Hamzah Badruddin mengatakan, pihak Kementrian Haji Kerajaan Arab Saudi menyampaikan salam duka yang sedalamnya dan mohon maaf yang sebesarnya atas musibah yang menimpa 44 orang jamaah haji Indonesia. "Sekaligus puji syukur kepada Allah karena bapak-ibu selamat dan tidak ada yang menjadi korban. Musibah ini tidak lepas dari takdir Allah. Dan Kehadiran kami di sini bersama wakil dari pihak perusahaan angkutan ingin menyampaikan santunan atau hadiah sebesar 500 SR sebagai salah satu bentuk kepedulian kami kepada bapak-ibu. Tentunya ini di luar biaya ganti rugi," katanya. Sedangkan Abdul Rahman dari pihak perusahaan bus Al Madinah, mengatakan bahwa pihaknya memberikan pinjaman bus VIP gratis khusus untuk 44 jamaah itu jika mereka ingin berziarah. "Kapanpun mereka akan ziarah, silahkan hubungi kami selaku wakil pihak Al Madinah," katanya. Sementara itu, para jamaah haji korban peristiwa terbakarnya bus menyatakan rasa terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh perusahaan bus Al Madinah tersebut. Mereka umumnya telah ikhlas menerima musibah tersebut. "Alhamdulillah, kami bisa selamat dari musibah itu. Ini sudah takdir," kata salah seorang korban, Ny Umrotul Fadhilah (44 th).(*)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2006

Soal First Travel, Komisi VIII DPR akan panggil Kemenag

Komentar