Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menegaskan, pemberdayaan perempuan melalui berbagai program kerja di daerah itu diarahkan untuk meningkatkan peran mereka dalam menopang ekonomi keluarga dan juga daerah secara umum.

Dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin Ratu Atut mengemukakan bahwa jumlah perempuan yang besar di Banten mempunyai potensi untuk diberdayakan sebagai subyek pembangunan bangsa serta menopang ekonomi keluarga.

Menurut Atut, peranan strategis perempuan dalam menyukseskan pembangunan bangsa itu dapat dilakukan melalui peningkatan peranan perempuan dalam keluarga.

"Perempuan merupakan benteng utama dalam keluarga. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari peran perempuan dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.

Selain merupakan aset, menurut Atut, jumlah perempuan yang demikian besar juga menimbulkan problematika tersendiri di bidang ketenagakerjaan. "Karenanya dengan mengelola potensi perempuan melalui bidang pendidikan dan pelatihan, maka tenaga kerja perempuan akan menempati posisi yang lebih terhormat dan mampu mengangkat derajat bangsa," ujar Ratu Atut.

Terkait kebijakan khusus gender, menurut Gubernur, sejauh ini upaya yang dilakukan pihaknya adalah membuat regulasi untuk kemajuan kesetaraan gender tersebut di Provinsi Banten. Hasilnya Banten telah berhasil meraih predikat ke III dalam keberhasilan program pemberdayaan perempuan.

Keberhasilan lainnya yang dicapai adalah laju pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan pertama berada di atas rata-rata.

Kaum perempuan terbukti mampu menopang ekonomi terutama saat krisis melanda negeri ini beberapa tahun yang lalu. Ketika krisis ekonomi di tahun 1997, kaum ibu yang bekerja pada sektor ekonomi mikro langsung bangkit dan tidak diantara mereka yang justru menjadi penopang ekonomi keluarga.


NU

Sementara itu saat menghadiri peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-88 Tahun 1432 H,di Pandeglang, Gubernur Atut mengemukakan harapannya agar keberadaan NU di Banten bisa memelihara, melestarikan dan mengamalkan ajaran Islam ahli sunah wal jamaah, sekaligus menciptakan kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa.

NU, ujarnya, merupakan organisasi keagamaan yang telah memberikan posisi terhormat kepada ulama serta mempertahankan pendirian bahwa Islam adalah agama yang suci tidak menghapus nilai-nilai yang ada.

"Nahdatul Ulama selalu berada di garda terdepan memperjuangkan kokohnya negara kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila," ucap Ratu Atut di hadapan ribuan warga Nahdliyin.

Diungkapkan Atut, NU merupakan organisasi yang mengikuti dinamika perkembangan zaman, dan terus konsisten menjaga stabilitas, ketentraman dan kedamaian baik di tingkat Provinsi Banten maupun seluruh Indonesia. "NU selalu berusaha menjaga kerukunan antar umat beragama," demikian Atut. (*)

(T.D011/M027)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011