Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono membuka Konferensi Nasional Sejarah IX dan Kongres Masyarakat Sejarawan Indonesia VIII di Jakarta, Selasa.

"Saya menyambut baik dan menghargai diselenggarakannya konferensi yang bertema `Menggali Kearifan Sejarah Sebagai Upaya Peneguhan Karakter Bangsa` dan Kongres Masyarakat Sejarawan Indonesia VIII," kata Wapres saat memberikan sambutan dalam pembukaan kongres dan konferensi tersebut.

Wapres mengatakan, tema konferensi tersebut sangat relevan dengan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Menurut Wapres, Indonesia tengah dalam tugas besar untuk menuntaskan reformasi yang telah digulirkan sejak lebih dari satu dasawarsa yang lampau.

Di saat yang sama harus mengelola dampak dari globalisasi yang bergulir begitu cepat.

Untuk itu, menurut dia, perlu langkah-langkah yang cermat dan tepat dalam mengambil kebijakan untuk masa depan. Oleh karena itu, menurut Wapres, pelajaran sejarah dapat menjadi pemandu dalam mengambil keputusan.

"Dengan belajar dari sejarah, kita dapat lebih mengerti siapa diri kita, apa kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan kita sebagai bangsa, apa yang dari perjalanan kita yang harus kita hindari dan apa yang harus kita laksanakan dengan segala kesungguhan hati," katanya.

Wapres mengutip Filosof George Santayana mengatakan, bangsa yang selalu mengulang kesalahan yang sama, sebagai bangsa yang tidak punya kearifan.

Sementara itu, seusai memberikan sambutan Wapres kemudian melakukan pemukulan gong yang didampingi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Kongres dan konferensi tersebut selain dihadiri para sejarawan Indonesia juga dihadiri sejarawan Malaysia sebagai peninjau.

(M041/Z002)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011