Jakarta (ANTARA News) - Fluktuasinya bursa saham regional akibat naiknya suku bunga Cina tidak berdampak negatif pada Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) Jumat, sehingga dibuka terangkat 17,35 poin.

IHSG Jumat dibuka naik 0,44 persen ke posisi 3.956,83. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga naik 4,50 poin atau 0,64 persen ke posisi 701,01 poin.

Analis saham Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Jumat mengatakan, IHSG bergerak menguat meski penguatannya ditengah fluktuasinya pergerakan bursa regional Asia menyusul kebijakan China menaikkan suku bunganya.

Ia menambahkan, setelah dilanda aksi ambil untung pelaku pasar kembali mengambil posisi beli sehingga indeks BEI kembali menguat.

"Setelah mengalami "profit taking" selama dua hari berturut-turut, indeks BEI berhasil menguat kembali (rebound)," kata dia.

Ia mengatakan, indeks BEI pada perdagangan saham hari ini diproyeksikan akan bergerak "mixed" dalam kisaran support-resistance 3.920-3.955 poin.

Ia merekomendasikan beberapa saham pilihan diantaranya, AKR Corpotrindo (AKRA), Media Citra Nusantara (MNCN), Bisi International (BISI).

Analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, secara teknikal indeks BEI pada hari ini akan kembali bergerak menguat didorong oleh saham-saham unggulan dan lapis dua.

"Pada perdagangan hari ini secara teknikal indeks BEI cenderung bergerak menguat didorong saham unggulan dan kedua," kata dia.

Ia memperkirakan, indeks saham dalam negeri itu akan bergerak pada kisaran level 3.918-3.963 poin dengan saham-saham yang dapat diperhatikan investor antara lain Bank Mandiri (BMRI), Gudang Garam (GGRM), Bisi International (BISI), Media Nusantara Citra (MNCN).
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011