Pelaku usaha: Program vaksinasi tingkatkan optimisme pengusaha hotel

Pelaku usaha: Program vaksinasi tingkatkan optimisme pengusaha hotel

Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Jawa Timur, Mochamad Soleh saat memberikan sambutan pada acara Rebranding pengelola Namira Syariah Hotel Surabaya (NSHS) di Surabaya, Sabtu (29/1/2022). ANTARA/Abdul Malik.

Industri perhotelan di Jatim sudah mulai bangkit, hal tersebut berdasarkan data tingkat hunian rata-rata kamar Hotel di Jatim pada November dan Desember 2021 yang mencapai lebih dari 50 persen, bahkan beberapa Hotel di kota/kabupaten di Jawa Timur bi
Surabaya (ANTARA) - Pelaku usaha perhotelan yang sekaligus Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Jawa Timur, Mochamad Soleh mengakui program vaksinasi yang terus digencarkan pemerintah telah meningkatkan optimisme pengusaha hotel pada 2022, khususnya di Jawa Timur.

Soleh, ditemui dalam acara Rebranding pengelola Namira Syariah Hotel Surabaya (NSHS) di Surabaya, Sabtu mengakui, ekonomi Jatim dan nasional akan terus bergerak, meski saat beberapa pelaku usaha masih khawatir dengan naiknya varian baru COVID-19 Omicron.

Pergerakan itu, kata dia, disebabkan terus adanya program vaksinasi yang gencar dan menyasar seluruh masyarakat.

Ia memprediksi, tingkat hunian atau okupansi hotel di Jatim akan kembali naik sekitar 30 persen pada Februari 2022. Namun untuk Januari 2022 diperkirakan lebih rendah dari November dan Desember 2021, karena siklus bisnis awal tahun yang cenderung masih rendah, dan bukan karena COVID-19.

Menurut catatan Soleh, okupansi kamar Hotel Berbintang di Jawa Timur mulai Januari sampai dengan November 2021 menunjukkan tingkat hunian yang fluktuatif, namun cenderung meningkat, dan tingkat hunian terendah tercatat pada Juli 2021 sebesar 26.25 persen dan tertinggi pada November 2021 sebesar 52.82 persen.

"Industri perhotelan di Jatim sudah mulai bangkit, hal tersebut berdasarkan data tingkat hunian rata-rata kamar Hotel di Jatim pada November dan Desember 2021 yang mencapai lebih dari 50 persen, bahkan beberapa Hotel di kota/kabupaten di Jawa Timur bisa mencapai tingkat hunian kamar sebesar 80 persen-90 persen pada bulan November dan Desember 2021," katanya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional mencatat, tingkat hunian kamar hotel berbintang di Jawa Timur pada 2021 tercapai sebesar 35.78 persen, menempati urutan ke 18 dari 34 provinsi di Indonesia.

Adapun 10 tertinggi tingkat hunian kamar hotel bintang di Indonesia didominasi oleh hotel-hotel di pulau Kalimantan yaitu Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah, diikuti oleh Pulau Papua yaitu provinsi Papua dan Papua Barat. Pulau Jawa hanya ada di Provinsi DKI Jakarta yang berada di urutan enam.

"Kami optimistis target pemerintah pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5 persen akan tercapai, dengan terus berupaya bersama seluruh pemangku kepentingan termasuk
para pelaku usaha dalam industri perhotelan menangani penyebaran COVID-19, salah satunya melalui vaksinasi yang agresif dan penerapan kesehatan yang ketat, sehingga akan menggerakkan secara positif kinerja industri perhotelan di Jawa Timur pada tahun 2022," katanya.

Direktur PT Griya Lestari Hotel, sebagai pemilik Namira Hotel, Ramzi M Bawazir mengakui hal yang sama, bahwa okupansi sudah menunjukkan tren positif, khususnya di beberapa Hotel berlabel Namira.

"Kami berencana terus mengembangkan Namira Hotel ke beberapa wilayah, karena adanya tren positif ini. Sebab, kami memiliki hal yang berbeda, yakni layanan syariah yang bisa dimanfaatkan seluas-luasnya bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia," katanya.

Sementara itu, total Namira Hotel saat ini ada dua, yakni di Surabaya dan Pekalongan. Rencananya akan kembali dibuka di Balikpapan Kalimantan Timur, serta Lombok.

Baca juga: Okupansi hotel di JawaTimur mulai tumbuh

Baca juga: PHRI: Pertumbuhan hotel di Jatim capai 13 persen

 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar