Jakarta (ANTARA News) - Karya seni berupa stempel (batu) dan kaligrafi China (Shufa) hasil karya pilihan Wakil Perdana Menteri China, Li Lanqing akan dipamerkan di Museum Nasional Jakarta, 6-21 Oktober 2011.

Siaran pers Kedutaan Besar RI di Beijing yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan, Jakarta dipilih sebagai tempat pertama dari rangkaian kegiatan pameran yang akan digelar di berbagai negara untuk memperkenalkan seni ukir stempel dan kaligrafi China ini kepada dunia internasional.

Selanjutnya pameran akan diadakan di Inggris pada tahun 2012 dan di Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang pada tahun berikutnya.

Setiap stempel dan kaligrafi Li Lanqing rencananya akan dipajang di area pameran seluas 800 m2 di Museum Nasional Jakarta serta akan dilengkapi dengan terjemahan dan penjelasan dalam Bahasa Indonesia, sehingga pengunjung dapat memahami arti dan filosofi dari tiap-tiap karya seni tersebut.

Khusus untuk pameran di Indonesia, Li Lanqing telah membuat desain logo bergambarkan Temple of Heaven dan Candi Prambanan yang merupakan dua ikon budaya dan peradaban kedua bangsa dan dimaksudkan untuk melambangkan persahabatan Indonesia-China.

Selain itu juga dibuat stempel dengan tulisan Mandarin yang artinya antara lain: `Meningkatkan Komunikasi dan Persahabatan antara Kedua Rakyat; Borobudur; Indonesia; dan Rumah Zhenghe.

Pembukaan pameran di Jakarta yang bertepatan dengan peringatan Hari Nasional China ke-82 rencananya akan dihadiri oleh mantan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) Cheng Siwei.

Pada acara yang sama juga akan diselenggarakan peluncuran buku karya Li Lanqing berjudul "Breaking Through" yang mengupas tentang pengalaman China dalam menjalankan kebijakan keterbukaan dan reformasi.

Disamping itu, juga akan diadakan seminar dengan topik "Meningkatkan Pendidikan bagi 1,3 miliarr Orang" yang juga merupakan judul buku tulisan Li Lanqing yang menangani masalah pendidikan dan kebudayaan selama sepuluh tahun menjabat sebagai Wakil PM China (1993-2003).

Sebelumnya sekitar 100 stempel (batu) dan kaligrafi China hasil karya pilihan Wakil PM pertama China itu juga dipertunjukkan dalam pameran yang digelar sejak tanggal 5 Juli 2011 lalu di Perpustakaan Nasional China (Ancient Books Library, National Library of China).

Pada Sabtu (16/7), atas undangan penyelenggara, Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia, Imron Cotan telah secara khusus mengunjungi pameran yang berlangsung selama sebulan tersebut.

Rencananya sekitar 300 koleksi stempel dan kaligrafi karya birokrat kelahiran Zhenjiang Jiangsu yang berusia hampir 80 tahun ini akan dipamerkan di Jakarta.

Menanggapi rencana penyelenggaraan pameran stempel dan kaligrafi Li Lanqing di Indonesia, Duta Besar Imron Cotan menyatakan bahwa pihak Indonesia menyambut baik dan menghargai Pemerintah China yang memilih Jakarta sebagai tempat pameran pertama yang menunjukkan kedekatan hubungan tingkat akar rumput antar kedua negara.

Dubes RI memuji dan mengagumi prestasi Li Lanqing pada khususnya dan China pada umumnya dalam memelihara warisan seni budaya Tiongkok yang bernilai tinggi dan telah berumur ribuan tahun tersebut.

Seni kaligrafi China merupakan rekam jejak dan cerminan perjalanan sejarah, kehidupan dan kebangkitan China, dari masa lalu, kini dan bahkan yang akan datang.

Li Lanqing mulai belajar seni ukir stempel dan kaligrafi China sejak 2003 setelah pensiun dari jabatan Wakil PM China. Lulusan Manajemen Bisnis Universitas Fudan Shanghai ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Hubungan Ekonomi Luar Negeri RRT pada tahun 1990 serta menjadi anggota Komite Tetap Politburo Partai Komunis China (PKT).

Bukunya yang berjudul "Education for 1.3 Billion: on 10 Years of Education Reform and Development" dalam bahasa Mandarin terjual sebanyak 750 ribu di China dan telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. (*)

(T.A039/R010)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011