Medan (ANTARA News) - Manajer Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA Maria D Andriana mengatakan, sumber daya manusia yang bertugas di bidang hubungan masyarakat harus memiliki kemampuan menulis siaran pers yang menarik bagi media massa dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.

"Humas (hubungan masyarakat) sesungguhnya adalah bagian dari kerja jurnalistik. Karena itu, mereka yang bertugas di bidang humas harus mampu membuat siaran pers yang memiliki daya pikat bagi redaksi media massa," katanya di Medan, Rabu.

Maria memaparkan hal itu pada Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan yang diselenggaran Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA (LPJA).

Siaran pers diperlukan sebagai salah satu sarana promosi dan komunikasi oleh perusahaan atau institusi yang ditujukan kepada masyarakat umum melalui media massa.

Namun seringkali terjadi nasib siaran pers berakhir di atas tumpukan meja redaksi atau bahkan dibuang ke keranjang sampah.

Untuk menjadikan agar siaran pers menarik dan dimuat oleh redaktur media massa, menurut dia, sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di bidang humas atau "public relations officer" harus terampil membuat siaran pers yang mempunyai nilai berita bagi masyarakat.

Selain senantiasa dituntut terampil dalam menyajikan siaran pers, lanjut dia, humas juga harus mengetahui seluk-beluk dunia wartawan atau jurnalisme, termasuk irama kerja wartawan di tiap jenis media massa dan fungsi media massa.

Beberapa aspek penting mengenai seluk beluk dunia wartawan yang perlu dipahami oleh segenap SDM di bidang humas, antara lain nilai-nilai berita, tenggat waktu laporan wartawan, Kode Etik Jurnalistik, Kode Etik Pedoman Perilaku Penyiaran, Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Sejalan dengan hal itu, katanya, humas perlu memiliki akurasi data tentang peta media massa, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional, kekuasaan atau kekuatan media massa serta visi dan misi media massa yang beredar atau beroperasi di wilayahnya.

"Humas dan wartawan sesungguhnya saling membutuhkan. Kalau pemahaman ini sudah bersinergi, pemberitaannya juga akan lebih bagus," ujarnya.

Parameter keberhasilan humas adalah saat institusi, individu atau situasi yang didukungnya mendapat simpati dan satu-satunya jalan agar hal ini tecapai adalah dengan menyediakan berita yang jelas dan tidak bias.

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sumut Simon Pramono pada pembukaan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan bagi instansi pemerintah dan perusahaan swasta di Sumut itu, menyatakan bahwa humas memiliki peranan kunci untuk membantu memberi informasi yang faktual dan relatif mudah dimengerti oleh masyarakat.

Untuk mendukung peran dan kinerja humas tersebut, menurut dia, Perum LKBN ANTARA Biro Sumut merasa terpanggil untuk turut berperan nyata meningkatkan kualitas jurnalistik para SDM di bidang humas dan public relations.

"Pelatihan jurnalistik dan kehumasan ini sangat bermanfaat bagi petugas humas yang bertugas menangani publikasi di instansi atau perusahaan tempat mereka bekerja," tambahnya.

Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan Angkatan I yang berlangung selama dua hari di eksekutif room kantor Perum LKBN ANTARA Biro Sumut di Medan tersebut diikuti sebanyak 24 orang staf humas, antara lain dari instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perusahaan swasta dan perguruan tinggi di Sumut.(*)
(ANT-197/R014)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011