Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 3.699 pasien terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran hingga Selasa.

"Pasien berkurang 156 orang," kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta.

Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (14/1) sebanyak 5.855 orang. Pasien yang dirawat berasal dari wilayah DKI Jakarta.

Aris menjelaskan para pasien COVID-19 itu dirawat di Tower 4, 5, dan 6 dan 7. Para pasien dirawat dengan gejala ringan. RSDC Wisma Atlet memiliki total 7.894 kamar untuk empat tower perawatan pasien.

Baca juga: 3.759 pasien COVID-19 RSDC Wisma Atlet masih jalani rawat inap

Untuk rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 hingga 15 Februari 2022 sebanyak 151.401 orang pasien terdaftar.

Sementara itu, di RS Darurat Wisma Atlet Pademangan pasien rawat inap yang melakukan karantina mandiri sebanyak 1.467 orang hingga Selasa. Angka itu bertambah 123 orang dibandingkan Senin (14/2) sebanyak 1.344 orang.

Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Budiman mengajak semua pihak untuk terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. Menurutnya kewaspadaan dengan cara mematuhi protokol kesehatan 5M adalah hal terpenting agar kasus COVID-19 tidak kembali naik.

Baca juga: Sebanyak 4.358 pasien COVID-19 Wisma Atlet masih jalani rawat inap
Baca juga: Pasien rawat inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 113 orang


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali memperpanjang dan memperbarui level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa-Bali melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2022.

Inmendagri tersebut mulai berlaku efektif pada 15-21 Februari 2022. Jumlah daerah dengan status PPKM level 3 di Jawa-Bali mengalami kenaikan dari 41 daerah menjadi 66 daerah, begitu pula dengan status daerah pada PPKM level 2 dari 57 daerah menjadi 58 daerah. Sedangkan untuk daerah yang berada pada status PPKM level 1 mengalami penurunan dari 30 daerah menjadi 4 daerah.

Pewarta: Fauzi
Editor: Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2022