Pinjaman ADB ini akan menutupi 73 persen kebutuhan biaya proyek ini yang mencapai 135,6 juta dolar AS dengan tambahan dari Pemerintah Indonesia 19 persen dan sisanya berupa kontribusi dari berbagai kalangan dalam bentuk investasi masyarakat.
Jakarta (ANTARA News) - Bank Pembangunan Asia (ADB) memberikan pinjaman kepada Indonesia 100 juta dolar AS untuk mendanai proyek peningkatan infrastruktur dasar di desa miskin dan peningkatan pelayanan air bersih di kawasan kumuh kota.

Dikutip dari siaran pers ADB di Jakarta, Senin, pinjaman tersebut merupakan bagian dari program PNPM Mandiri untuk pengurangan kemiskinan dengan memberikan bimbingan kepada kaum miskin.

Meski Indonesia telah berhasil dalam penanggulangan kemiskinan dan pencapaian Millennium Development Goals (MDGs), sekitar 31 juta penduduk masih tinggal di daerah pedesaan dan terjebak dalam kemiskinan.

Penyebab kemiskinan itu antara lain adalah kekurangan akses dalam pelayanan dasar, kehilangan kesempatan ekonomi, akses yang terbatas dalam modal dan kurangnya jaringan dan infrastruktur di desa miskin.

Sekitar separuh desa miskin tidak bisa dilalui dengan jalan aspal dan satu dari setiap 10 desa tidak bisa ditembus dalam waktu yang pasti dalam setahun.

Selain itu, hanya separuh dari populasi penduduk yang memiliki akses untuk meningkatkan pemakaian air bersih, yang mengakibatkan sekitar 30 persen penduduk menderita penyakit akibat air kotor seperti diare dan tifus yang disebabkan air yang tidak layak minum dan rendahnya sanitasi.

"Proyek ini akan menyediakan bantuan paket langsung pada penduduk untuk meningkatkan infrastruktur dasar pelayanan sanitasi termasuk banhunan kamar mandi umum, toilet dan tempat mencuci dengan saluran pembuangan yang baik," kata Ketua ADB bidang sosial Wolfgang Kubitzki.

Menurutnya, sekitar 1,3 juta penduduk di desa miskin dan daerah kumuh kota di sembilan provinsi akan mendapatkan manfaat dari proyek ini.

Proyek ini juga akan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan desain dan penerapan proyeknya sendiri guna memastikan manfaat dari yang dibutuhkan masyarakat serta pemeliharaannya.

Pinjaman ADB ini akan menutupi 73 persen kebutuhan biaya proyek ini yang mencapai 135,6 juta dolar AS dengan tambahan dari Pemerintah Indonesia 19 persen dan sisanya berupa kontribusi dari berbagai kalangan dalam bentuk investasi masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum merupakan pengambil keputusan proyek ini yang harus diselesaikan paling lambat Maret 2015.

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2011