Media nasional memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai kesiapan Indonesia sebagai emerging country memimpin Forum G20 serta sebagai bridge builder antara negara maju dan berkembang.

Sekjen Kominfo menyatakan bahwa keseluruhan komunikasi publik Presidensi G20 Indonesia mengangkat semangat tema besar yakni “Recover Together, Recover Stronger”.

Baca juga: Presidensi G20 dorong transformasi digital inklusif

Meskipun terkesan sederhana, namun tema tersebut membawa pesan penting bahwa Presidensi G20 Indonesia dapat menjadi katalis bagi pemulihan global yang inklusif.

“Dengan tema, tugas dan tujuan besar yang diusung oleh Indonesia, maka media berperan penting dalam mengamplifikasi dan membumikan Presidensi G20 Indonesia,” ujarnya.

Mira optimis narasi komunikasi publik Presidensi G20 Indonesia dapat menyasar seluruh kalangan masyarakat Indonesia dan internasional, mengingat data Dewan Pers tahun 2021, terdapat 1.734 perusahaan media yang telah diverifikasi baik media cetak, elektronik, dan online.

“Serupa dengan tren global, penduduk Indonesia pun cenderung paling banyak menghabiskan waktu untuk mengonsumsi media online selama 8 jam 52 menit, diikuti konsumsi Media TV 3 jam 14 menit, dan media sosial 2 jam 50 menit,” kata Mira.

Melihat durasi konsumsi media harian tersebut, tentunya setiap kanal memiliki segmen dan potensi keterkaitan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kepentingan Indonesia di Forum G20.

Baca juga: Literasi digital prioritas utama sukseskan Presidensi G20 Indonesia

Sebagai penanggung jawab Bidang Komunikasi dan Media untuk Presidensi G20 Indonesia, Kementerian Kominfo melihat sinergi media menjadi kunci untuk mengamplifikasi dan membumikan momentum Presidensi G20 Indonesia.

“Penyelarasan pesan adalah faktor utama dalam sinergi media agar narasi utama Presidensi G20 Indonesia menjadi cerita yang dapat dimaknai dan dimanifestasikan dengan banyak cara,” ujar Sekjen Kominfo.

Dari keselarasan pesan tersebut, Mira menilai setiap kanal media dapat menentukan format konten yang dianggap memiliki potensi terbaik untuk mengamplifikasi maupun memperluas cakupan audiens.

“Dengan demikian, 1.734 media yang terdaftar di Indonesia menjadi aset penting dalam memastikan bahwa rakyat Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 2022 tahu dan paham akan perhelatan G20,” ujar dia.

Menurut Mira, sinergi media juga dapat memupuk rasa kebanggaan dan kebersamaan masyarakat Indonesia dalam memaknai Presidensi G20, tidak hanya di ranah nasional tetapi juga global.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2022