Bengkulu (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bengkulu mengingatkan para nelayan untuk tidak melaut karena gelombang di Samudra Hindia, barat Bengkulu, tingginya berkisar tiga hingga lima meter.

"Gelombang laut tinggi lima meter itu berpeluang terjadi di perairan Enggano dan membahayakan bagi seluruh jenis kapal ikan dan angkutan laut lainnya," kata analisis BMKG pada Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Pebri Surgiansyah, Kamis.

Ia menjelaskan, angin di wilayah itu berpeluang bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 07-25 knots, demikian juga hembusan angin di perairan Enggano pada arah sama dan kecepatannya juga sama.

Sedangkan gelombang laut di perairan Bengkulu tingginya berkisar satu hingga 3,5 meter, namun berpeluang terjadi gelombang tinggi empat meter. Angin di wilayah itu bertiup juga dari timur hingga selatan dengan kecepatan antara 05-20 knots.

Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca terlihat adanya peluang pertumbuhan awan dan hujan disertai badai guntur mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Perairan Nias, Perairan Sumatera Barat hingga Perairan Mentawai.

Angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan rata-rata 38 kilometer per jam atau berkisar antara 05 sampai dengan 23 knots.

Ia memperkirakan, perkembangan cuaca di wilayah Bengkulu 12 jam ke depan sebagian besar cerah dan berawan antara lain terjadi di Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu, suhu udaranya berkisar 23-32 derajat celcius dan kelembabannya antara 57-95 persen.

Sedangkan pada sejumlah kabupaten, antara lain Mukomuko, Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong terjadi cerah berawan dan berpeluang hujan ringan pada pagi,siang dan malam hari.

Suhu udara di Kabupaten Rejang Lebong berkisar 19-29 derajat celcius dan kelembabannya antara 71-97 persen, ujarnya.

Seorang pengusaha penangkapan ikan di kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu H Ibnu mengatakan, pihaknya sejak pekan lalu tidak menurunkan nelayan dan anak buah kapal untuk menangkap ikan karena aa peringatan keras dari BMKG untuk tidak melaut.

Karena gelombang laut di perairan Bengkulu tingginya berkisar antara tiga hingga lima meter diiringi angin kencang, sehingga sangat membahayakan keselamatan jiwa nelayan dan anak buah kapal.

Selama mereka tidak melaut tetap diberikan kegiatan antara lain memperbaiki jaring dan membuat ikan asin dari hasil tangakapan sebelumnya, ujarnya. (Z005/M026/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011