Sampit, Kalteng (ANTARA News) - Satu lagi korban meninggal dalam insiden speedboat terbalik di perairan Teluk Cemeti, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ditemukan.

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (Kaur Binops) Direktorat Polisi Air Polda Kalimantan Tengah AKP Sumarya di Sampit Kamis mengatakan, jumlah keseluruhan korban meninggal dalam kecelakaan speedboat Anugerah Jaya yang terbalik tersebut delapan orang.

Lima korban ditemukan sesaat setelah speedboat terbalik pada Rabu (24/8) dan satu korban ditemukan pada Kamis Siang sekitar pukul 11.30 WIB tidak jauh dati tempat kejadian dan dua orang diantaranya hingga saat ini belum ditemukan.

Kelima korban yang ditemukan pada Rabu (24/8) tersebut adalah Krisno Mulyo Utomo (50), Tugiyanti (42), Rudi (40), Rumaningsih (40) Doni dan Sriwilujeng (47), di makamkan dalam satu liang lahat di Sampit, karena mereka adalah satu keluarga.

Sedangkan untuk satu orang korban meninggal yang ditemukan pada Kamis (25/8) masih belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya tiga orang dinyatakan telah hilang, ketiga korban tersebut adalah bernama Wika Mareta Pangesti, Nur Huda dan Nisa.

Menurut Sumarya, pencarian dua korban speedboat tenggelam yang belum ditemukan dihentikan karena cuaca yang memburuk.

"Tim SAR terpaksa menghentikan pencarian karena kondisi gelombang di sekitar perairan selat Cemeti sangat besar dan tiupan angin juga cukup kencang, sehingga dapat membahayakan kapal tim yang mencari korban dan pencarian akan dilanjutkan jika kondisi cuaca telah membaik," katanya.

Speedboat Anugerah Jaya terbalik selain akibat hantaman gelombang dan kondisi salah satu mesinnya yang mati secara mendadak juga disebabkan kelebihan muatan.

Kapasitas muat speedboat tersebut hanya untuk 25 orang penumpang, namun dimuati 40 orang.

Sementara korban selamat Santiko (16) mengatakan, jumlah penumpang speedboat pada saat itu memang sangat banyak, penuh dan berjejal.

Pada saat kejadian ia duduk di tengah bersama adik dan ibunya, saat ini adiknya yang bernama Wika Mareta Pangesti masih belum ditemukan, sedangkan ibunya Sriwilujeng ditemukan meninggal.

"Waktu saya duduk ditengah, saat memasuki muara laut tiba-tiba satu mesin speedboat mati, motoris kemudian mematikan mesin yang satunya lagi sambil menyuruh penumpang yang duduk dibelakang untuk maju kedepan," terangnya.

Saat motoris memperbaiki mesin ditengah laut tiba-tiba bagian belakang speedboat dihantam gelombang sangat besar hingga membalikan speedboat tersebut.

Sebelum speedboat terbalik, sebagian penumpang ada yang terjun kelaut dan sebagian lagi ikut terlempar saat speedboat tersebut terbalik.

"Pada saat itu saya terjun ke laut sebelum speedboat terbalik dan berusaha berenang menuju pantai. Saya bisa selamat karena di tolong oleh penumpang yang sama-sama terjun pada waktu itu dan setelah 30 menit mengapung di laut akhirnya saya sampai di pantai," ungkapnya.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011