Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggencarkan peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha mikro, mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah satu upaya mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI).

"Kami telah melaksanakan berbagai pelatihan, baik bagi UMKM," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng Ati Mulyati di Palangka Raya, Jumat.

Ia menjabarkan sejak 2019-2021, sebanyak 2.905 orang telah diikutkan dalam berbagai pelatihan, seperti kewirausahaan, digitalisasi, hingga penyuluhan keamanan pangan dan lainnya.

Pada 2022 juga dilaksanakan pelatihan perseroan perorangan, bantuan penyuluhan hukum dan perpajakan dengan jumlah peserta mencapai puluhan orang.

Sedangkan pelatihan perkoperasian di antaranya penerapan nilai dasar jati diri koperasi, akuntansi dan penyusunan laporan keuangan koperasi dan manajemen pengelolaan koperasi simpan pinjam dan usaha simpan pinjam (KSP/USP).

Ati menegaskan, peningkatan SDM pelaku UMKM maupun perkoperasian adalah sebuah keharusan, sehingga perlu dilaksanakan secara maksimal.

"Percuma kita memiliki peluang dan potensi yang besar, tapi SDM pengelola tidak memiliki kompetensi, hasil akhirnya akan tidak maksimal," terangnya.

Diskop dan UKM Kalteng dalam upaya membangkitkan UMKM maupun koperasi, juga melakukan berbagai pendampingan tentang perizinan, permodalan, pelatihan, hingga pemasaran.

Ati menjelaskan, pemprov juga bersinergi dengan instansi terkait dalam memfasilitasi UMKM memperoleh label halal, HAKI, serta meningkatkan kepercayaan konsumen maupun pelaku usaha dalam produksi dan pemasaran.

"Semua rangkaian program dan kegiatan yang telah dan akan kami laksanakan, bertujuan meningkatkan daya saing produk KUMKM dalam menunjang semangat bangga buatan Indonesia terutama produk-produk lokal," terangnya.

Ia menegaskan, di tengah pandemi COVID-19 UMKM harus tetap bisa bertahan dengan aksi dan inovasi yang mampu menjadi daya ungkit, agar perekonomian bangkit, pulih dan terus bertumbuh.

Sementara itu, khusus untuk koperasi, Diskop UKM Kalteng juga secara berkala mengevaluasi akses perizinan maupun permodalan yang diberikan oleh tiap koperasi.
Baca juga: Jumlah UMKM Kalteng naik signifikan
Baca juga: Pemkab Kotim serap aspirasi pelaku UMKM percepat pemulihan ekonomi

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Royke Sinaga
Copyright © ANTARA 2022