Palu (ANTARA News) - Sebanyak dua peleton personel Brimob Polda Sulawesi Tengah dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan antardesa di Kecamatan Gumbasa dan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

"Mereka sudah tiba petang tadi dan langsung ditempatkan di Mapolsek Dolo," kata Kapolres Donggala AKBP I Nengah Subagia yang dihubungi wartawan per telepon dari Palu, Minggu.

Kata dia, puluhan satuan Brimob itu sengaja disiagakan di Mapolsek Dolo untuk memudahkan ke lokasi kejadian apabila bentrokan susulan terjadi lagi.

"Mereka tidak ke lokasi bentrokan dan hanya disiagakan di Mapolsek Dolo, tetapi setiap saat siap diterjunkan jika situasi tidak kondusif," kata mantan Kapolres Banggai Kepulauan, Sulteng itu.

Kapolres berharap kepada pasukan Brimob yang diterjunkan itu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.

Selain Brimob, lanjut Kapolres, sebanyak satu peleton atau sekitar 30 personel Sabhara dari Polres Donggala juga diturunkan untuk membantu pengamanan pascabentrokan.

Orang pertama di Polres Donggala itu menambahkan, situasi keamanan di lokasi bentrokan mulai kondusif.

Menurut Kapolres, bentrokan warga antardesa di perbatasan Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Dolo Selatan pada Minggu dini hari, dipicu akibat kasus penganiayaan terhadap Ilham, warga Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan.

Pelaku utama penganiayaan berinisial Wr yang berujung pada terjadinya bentrokan antardesa itu sudah ditangkap dan ditahan di Mapolsek Biromaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kita berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan serahkan semuanya kepada pihak kepolisian dan kami pasti akan memproses hukum tersangkanya," ujarnya.

Akibat penganiayaan itu, korban Ilham mengalami luka bacok di bagian tangan kiri.

Penganiayaan itu memicu warga dari dua wilayah perbatasan itu kemudian berkumpul dengan membawa senjata tajam hingga bentrokan tidak dapat dihindari.

Selain mengakibatkan seorang warga tewas bernama Heri, warga Desa Pakuli, bentrokan itu juga mengakibatkan tiga warga lainnya terluka yakni Ismudin (53), warga Dusun Kinta (luka di bagian dada kiri), Basri alias Upik (35), (luka di tangan kanan), dan Ebit (35), warga Desa Bangga (luka di kaki kiri).

Tak hanya warga, bentrokan itu juga mengakibatkan dua anggota Polri yang berusaha meredam bentrokan terluka yakni Briptu Ahmad Lapata (luka bagian kepala) dan Briptu Amar Husein (luka bagian pelipis kanan).

(ANT-106/S027)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011