Sesuai ketentuan pemondokan yang jaraknya menuju Masjid Haram kurang dari dua kilometer maka tidak disediakan bus,"
Mekah (ANTARA News) - Jamaah calon haji Indonesia, Selasa (11/10), mulai berdatangan di Mekah setelah selama sembilan hari berada di Madinah untuk menjalankan Arbain.

"Mulai hari ini jamaah sudah mulai terus berdatangan sampai nanti jelang puncak haji," kata Kepala Sektor 3 Shoim Munawar kepada pers di Mekah, Selasa.

Mulai berdatangannya jamaah calon haji Indonesia di Mekah diawali dengan kedatangan 447 jamaah yang berasal dari kelompok terbang (kloter) BTH 1 yang merupakan jamaah dari Provinsi Jambi,kata Shoim Munawar .

Mereka tiba di Mekah pukul 01.50 Waktu Arab Saudi atau 5.50 WIB dan menginap di pemondokan yang jaraknya dari Masjid Haram sekitar 1,5 kilometer.

Kloter dari Jambi tersebut merupakan kloter pertama jamaah asal Indonesia yang mendarat di Arab Saudi pada 2 November.

Shoim Munawar mengatakan, sebenarnya ada 450 calon haji (calhaj) yang masuk dalam kelompok itu, tapi satu orang sakit dan dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekah, sementara dua orang lainnya masih tertahan urusan administrasi di Madinah.

"Diharapkan jamaah yang tertahan urusan administrasi bisa segera menyusul kemari," kata Shoim.

Jamaah yang dalam kloter ini selama di Mekah diinapkan di pemondokan wilayah Zumaizah.

Dikatakan, mengingat jarak penginapan menuju Masjid Haram kurang dari dua kilometer, maka jamaah tidak disediakan bis jika ingin menuju masjid itu.

"Sesuai ketentuan pemondokan yang jaraknya menuju Masjid Haram kurang dari dua kilometer maka tidak disediakan bis," katanya.

Dikatakan pula, dari jamaah yang masuk di pemondokan terdapat 198 orang masuk kategori risiko tinggi (risti) yang 15 orang di antaranya perlu pemantauan khusus.

Hadir dalam acara penyambutan jamaah pertama datang di Mekah itu Kepala Panitia Penyelenggara Ibadag Haji (PPIH) Arab Saudi Syairozi Dimiyathi dan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah Arsyad Hidayat.
(A025)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011