Negara (ANTARA News) - Dua rumah di Dusun Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana rusak parah akibat gempa yang melanda Bali, Kamis.

Desa Perancak, Ketut Swastika mengatakan, dua rumah tersebut milik Ketut Suarba dan Ketut Keling yang setelah gempa tidak berani menempati rumahnya.

Wartawan ANTARA di lokasi melaporkan, rumah dua warga ini memang tidak sampai roboh namun kondisinya cukup parah dan tembok sewaktu-waktu bisa roboh karena retak parah.

Swastika mengaku, dirinya masih menunggu laporan dari dusun-dusun lainnya terkait dampak gempa.

Di sisi lain, gempa cukup keras juga membuat panik pegawai di Kantor Bupati Jembrana.

Begitu gempa mengguncang mereka berhamburan keluar termasuk Bupati I Putu Artha, Wakil Bupati, I Made Kembang Hartawan beserta pejabat lainnya.

Rata-rata mereka menuju ke tanah lapang di depan kantor bupati untuk mengamankan diri dari kemungkinan runtuhnya gedung.

Akibat guncangan gempa, gedung-gedung di areal kantor bupati mengeluarkan bunyi cukup keras dan menakutkan.

Suasana paling mencekam dirasakan oleh pegawai yang kantornya berada di lantai tiga, karena harus menuruni tangga untuk menyelamatkan diri.

Salah seorang pegawai laki-laki mengatakan, dirinya harus membantu seorang pegawai perempuan agar bisa segera sampai di lantai dasar dan lari keluar.

Kepala Dinas Kesehatan Dan Kesos Jembrana, dr Putu Suasta MKes mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya korban jiwa akibat gempa ini.

"Kita juga belum mendapatkan laporan berapa rumah yang mengalami kerusakan, tapi petugas kami sudah memantau," katanya.

(ANTARA)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011