secara teknis, pengujian bahan makanan kami menggunakan proses tes cepatDenpasar (ANTARA) - Tim dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar, Bali, tidak menemukan bahan berbahaya dari 14 sampel makanan takjil di Bazar Kuliner Ramadhan 1443 H Masjid Raya Baiturrahmah Wanasari, Denpasar, Bali.
"Ini hari pertama dilakukan uji keliling 14 sampel dan tidak ada yang mengandung bahan berbahaya. Bahan berbahaya yang dimaksud yaitu sebagai pengawet formalin, boraks dan pewarna rhodamin B serta metanil yellow," kata Kepala BBPOM di Denpasar I Made Bagus Gerametta saat ditemui di Denpasar, Bali, Selasa.
Baca juga: Kepala BBPOM dampingi 26 UMKM jamu untuk peroleh izin edar
Menurutnya, memasuki bulan Ramadhan ini, produksi pangan meningkat karena permintaan juga tinggi, baik dalam bentuk bazar Ramadhan dan di setiap pasar.
Adapun yang menjadi pengawasan dari produk pangan tersebut di antaranya pemenuhan syarat kemasan, label izin edar dan kedaluwarsa, disamping itu pengawasan produksi makanan buka puasa yaitu takjil.
Baca juga: Puluhan pangan takjil Ramadhan di Bali diawasi BBPOM Denpasar
Dari 14 sampel hari pertama ini, diambil beberapa makanan yang sering dikonsumsi masyarakat dan dilakukan dengan sistem acak.
Baca juga: BBPOM Makassar sidak penjualan takjil di kawasan kuliner
Ia menekankan akan menindak tegas pengusaha yang tetap menggunakan bahan makanan berbahaya. Namun, pertama-tama masih berupa imbauan dan pembinaan.
Baca juga: BPOM di Palu: Kenali ciri-ciri takjil mengandung bahan berbahaya
Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2022
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.