Surabaya (ANTARA) - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendorong Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur untuk membantu menggerakkan perekonomian pascapandemi COVID-19.

Dorongan itu, kata dia, karena percaya kepada kekuatan dan semangat kaum muda yang memiliki sifat penuh energi dalam menggerakkan perekonomian di tingkat regional maupun nasional.

"Sebab, sifat dasar dari anak muda adalah progresif dan penuh energi," kata LaNyalla, saat menyampaikan pidato kunci secara virtual pada buka puasa bersama BPD HIPMI Jawa Timur (Jatim), di Surabaya, Selasa.

LaNyalla yang juga mantan Ketua HIPMI Jatim itu mengingatkan bahwa anak muda harus tetap menghargai proses, karena proses itu adalah kawah candradimuka, yakni untuk belajar dan mengambil hikmah.

"Jangan ingin instan dan serba cepat. Apalagi untuk menjadi crazy rich, tetapi ujung-ujungnya bermasalah," kata LaNyalla.

Baca juga: Hipmi ajak pengusaha daerah berperan di industri penunjang hulu migas

Ia mengingatkan sebagai pengusaha muda agar tidak gemar memamerkan gaya hidup yang bergelimang harta di tengah situasi rakyat yang sedang menderita akibat krisis ekonomi dan kesulitan untuk mengakses pemenuhan kebutuhan ekonomi.

"Perilaku seperti itu sangat menyakiti hati rakyat. Dan anda harus tahu, ungkapan hati rakyat yang menderita adalah doa yang menembus Arsy," kata LaNyalla.

Menurutnya, negara ini butuh orang-orang yang memiliki empati, kecerdasan emosional dan moral, serta memiliki adab dan akhlak.

"Itu harus ditanamkan kepada kader-kader HIPMI, sebab hanya dengan hal itu HIPMI bisa memberi kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih baik ke depan," katanya.

Pada acara itu LaNyalla mengenang bahwa dia masih ingat betul bagaimana para pengusaha muda memulai semuanya dari bawah, yakni jatuh-bangun.

"Saya ke mana-mana naik Vespa butut untuk menjalin silaturahim dan membuka jaringan usaha. Semua saya lakoni dengan penuh keikhlasan," kata LaNyalla.

Dikatakannya, tak ada yang instan dalam meraih cita-cita, dan meminta pengurus serta anggota HIPMI Jatim tidak melihat LaNyalla saat ini, yang mungkin oleh sebagian orang dinilai berhasil sebagai pengusaha, dan kemudian diberi amanah dalam jabatan publik.

"Sekali lagi, jangan melihat kondisi saat ini. Tapi cermatilah prosesnya, terutama bagaimana membangun kepercayaan dan usaha tanpa lelah. Terus mencoba dan mencoba lagi. Gagal adalah bagian dari proses," katanya.

Baca juga: Presiden: Pengusaha muda harus adaptif dengan situasi tidak terduga

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2022