Lima negara tampil di festival musik sufi

Banda Aceh (ANTARA News) - Lima negara dipastikan akan tampil dalam festival musik sufi internasional di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, 18-19 Nopember 2011.

Konseptor festival Internasional Musik Sufi, Rafli di Banda Aceh Minggu menyebutkan, ke lima negara tersebut yakni, India, Prancis, Iran, Malaysia dan Indonesia.

Festival sufi bertaraf internasional tersebut, kata dia, baru perdana digelar di Provinsi Aceh dan rencananya akan dihadiri oleh pejabat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Gubernur Aceh.

"Seiring dengan kemajuan zaman dan dinamisnya peradaban Islam di Aceh maka salah satu cara untuk membangun silaturrahmi dilakukan melalui pendekatan budaya khususnya seni musik, apalagi Aceh memiliki perjalanan tentang keislaman yang baik," katanya.

Di Aceh, kata Rafli, banyak ulama-ulama di zaman dulu melakukan dakwah melalui dunia seni dan keindahan, misalnya Malik Al-Shaleh (Raja kerajaan Pasee), Hamzah Fanshuri dan Syech Abdul Rauf Assingkily.

"Kini, dunia seni sudah menjadi keseharian masyarakat Aceh karena mampu memotivasi, menjalin komunikasi dan memperindah kontemplasi kepada sang Khalik," tutur Rafli.

Selain itu, Rafli mengungkapkan, festival musik sufi internasional ini untuk melakukan promosi pariwisata di wilayah paling barat Indonesia.

Ini relevan dengan pencanangan wisata budaya yang Islami yang sedang digalakkan oleh Pemerintah kota Banda Aceh, sambungnya.

"Event ini mengindikasikan bahwa Aceh merupakan wilayah yang layak untuk dikunjungi oleh semua tamu baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Ini juga menjadi sebuah upaya untuk mempromosikan bahwa seni dan budaya Aceh ke dunia internasional," kata Rafli.

Ia berharap, festival internasional sufi ini menjadi modal berharga bagi Aceh untuk memberitahukan bahwa Aceh nyaman dikunjungi dan diadakan pentas bertaraf internasional.

Sementara itu, Manajer pertunjukan Ayi Sarjev mengungkapkan, pembukaan festival internasional sufi tersebut nantinya akan diawali dengan adanya kolaborasi komunitas budaya rapai Aceh meusuhu dan rapai pasee.

"Semua pemain rapai nantinya sebanyak 60 orang, 15 di antaranya bermain rapai grinveng dan sejumlah lainnya juga bermain ratoeh duek serta rapai kreasi," demikian Ayi Sarjev.
(ANT-286/H011)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Merawat ingatan konflik Aceh untuk menjaga perdamaian di masa datang

Komentar