Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Ketegasan sikap Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk tidak membiarkan kawasannya menjadi ajang persaingan negara kuat disuarakan Menlu Marty Natalegawa sehari sebelum para pemimpin ASEAN bertemu.

Tekad ASEAN untuk senantiasa menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasannya itu disampaikan Menlu Marty Natalegawa kepada wartawan, Rabu sore, saat menjelaskan hasil rangkaian pertemuan tingkat menteri menjelang pertemuan para pemimpin ASEAN.

"ASEAN tidak akan membiarkan Asia Tenggara menjadi ajang persaingan negara-negara manapun," kata Marty menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan kondisi di Laut China Selatan dan rivalitas China dan Amerika.

Namun demikian, sikap itu tidak membuat ASEAN khawatir akan kehilangan hubungan baik dengan beberapa negara besar yang menjadi anggota forum KTT Asia Timur, seperti China, Jepang, Amerika Serikat, dan Rusia.

Menurut Marty, para pemimpin ASEAN akan menyepakati Prinsip-Prinsip Bali dalam KTT ke-19 ASEAN yang mengatur perilaku semua negara anggota, termasuk negara-negara kuat, sehingga perdamaian kawasan tetap terjaga.

Marty menjelaskan, semua pertemuan tingkat menteri ASEAN sepakat bahwa kawasan Asia Tenggara telah menjadi kawasan yang aman, damai, dan stabil. Kawasan tersebut telah pula mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan konflik antaranggota.

Meski masih terjadi gejolak pada level internal negara tertentu, Marty menegaskan tetap ada kecenderungan yang positif untuk membuat situasi menjadi lebih baik.

Selain itu, ASEAN juga semakin menjadi elemen yang penting di dunia ditandai dengan persetujuan Brazil untuk menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama (TAC) ASEAN."Ini menandai semakin diterimanya TAC oleh masyarakat internasional," katanya.

Tentang hasil pertemuan dua hari para Menlu ASEAN yang menjadi rangkaian kegiatan KTT ke-19 ASEAN dan KTT terkait itu, Menlu sempat menyinggung tentang permohonan Myanmar sebagai ketua ASEAN 2014 dan proposal keanggotaan Timor Leste.

Dalam soal Myanmar, Marty mengatakan para Menlu ASEAN akan memberikan tiga rekomendasi kepada para pemimpin ASEAN terkait dengan permohonan Myanmar sebagai Ketua ASEAN pada 2014.

Ketiga rekomendasi itu adalah pertama, para Menlu ASEAN menyambut baik perkembangan penting yang positif di Myanmar sepanjang 2011. Kedua, para Menlu ASEAN menggarisbawahi pentingnya momentum di Myanmar dipertahankan dan terus ditindaklanjuti.

Rekomendasi yang ketiga adalah perkembangan positif dan tindak lanjutnya akan membantu menciptakan kondisi kondusif bagi pengambilan keputusan ASEAN terkait permohonan Myanmar.

"Sebenarnya dari sejumlah pertemuan yang telah dilakukan sudah terlihat kesan atau sikap ASEAN," kata Menlu terkait posisi ASEAN atas permohonan Myanmar.

"Kesimpulan (rekomendasi) ini akan dibahas oleh pemimpin ASEAN dalam pertemuannya besok (Kamis-red.) untuk apakah akan dikukuhkan atau disikapi secara lain," ujarnya.

Tentang proposal Timor Leste, para Menlu ASEAN menyambut baik aplikasi resmi negara tetangga Indonesia itu untuk bergabung dengan ASEAN.

Proposal itu sendiri dibahas dalam pertemuan Dewan Koordinasi ASEAN. Dewan tersebut pada akhirnya sepakat untuk menyambut baik permohonan Timor Leste itu setelah sejumlah pertanyaan tajam muncul selama diskusi.

Selain kelanjutan rapat para Menlu, hari ke-empat rangkaian kegiatan KTT ke-19 ASEAN dan KTT terkait yang berlangsung hingga 19 November ini juga diisi dengan pertemuan para menteri ekonomi, KTT BPK ASEAN, dan seminar kewirausahaan perempuan ASEAN.

Seterusnya pertemuan Dewan Komunitas Keamanan Politik ASEAN (APSC), Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Dewan Koordinasi ASEAN. Menlu Brazil Antonio Patriota pun mengisi hari ke-empat KTT ini dengan menandatangani TAC-ASEAN.

TAC adalah perjanjian perdamaian di antara negara-negara Asia Tenggara yang dibuat oleh berbagai negara pendiri ASEAN.

Forum Investasi ASEAN

Dari arena Forum Investasi ASEAN yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Menteri Perdagangan/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mendorong ASEAN mengharmonisasikan langkah aliran investasi menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.

"Forum ini bermanfaat untuk menyampaikan pesan dan semangat bahwa kita harus bersama-sama dan bertindak secara kolektif," katanya saat membuka forum yang menjadi bagian dari kerangka KTT ke-19 ASEAN di Nusa Dua, Bali, ini.

Dengan melakukan harmonisasi itu, berbagai negara dapat berinvestasi dengan baik di Asia Tenggara dan akan mempengaruhi skala investasi di negara-negara anggota ASEAN sendiri.

Dalam bagian lain penjelasannya di sela pertemuan persiapan Menteri Ekonomi ASEAN, Gita juga memastikan posisi Indonesia yang menolak masuk Kemitraan Trans Pasifik (TPP).

Penolakan Indonesia masuk ke dalam kerjasama perdagangan bebas TPP yang diprakarsai sembilan negara, termasuk Brunei, Singapura, Malaysia, dan Vietnam, itu karena belum siap dari sisi daya saing produk dan jasa, katanya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang ditemui di sela rangkaian kegiatan KTT, mengatakan, Indonesia berhasil memasukkan isu "Equitable Economic Development" (pembangunan ekonomi yang setara) untuk dibahas di KTT ke-19 ASEAN.

"Kita sudah memasukkan isu bagaimana `gap` (jurang perbedaan) pembangunan ekonomi antarnegara bisa cepat diatasi," katanya.

Dua elemen yang terkait dengan implementasi "Equitable Economic Development" itu adalah pengembangan Usaha Kecil Menengah dan pengentasan "gap" pembangunan antarnegara anggota.

Di sela pertemuan para elit ASEAN di gedung Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan BICC itu, elemen masyarakat ASEAN menggelar konferensi `blogger` di Museum Seni Pasifika, Nusa Dua.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, konferensi dua hari yang diikuti 200 perwakilan blogger dari 10 negara anggota ASEAN itu diharapkan dapat semakin mendekatkan ASEAN dengan rakyatnya.

Dengan demikian tujuan ASEAN untuk menjadi organisasi regional yang berbasis dan berorientasi pada masyarakat dapat terwujud, katanya.

Sehari menjelang pertemuan puncaknya dengan para pemimpin sembilan negara ASEAN, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri melihat pusat media massa (media center) di BNDCC, Nusa Dua.

Dalam kunjungan singkat yang berlangsung tidak lebih dari lima menit itu, Presiden mendapat penjelasan mengenai keberadaan "media center" dari Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

KTT ASEAN ke-19 yang dihadiri kepala negara/pemerintahan 10 negara anggota itu akan dilanjutkan dengan KTT Asia Timur ke-6 yang diikuti para pemimpin ASEAN dan mitra mereka dari China, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru, India, Amerika Serikat dan Rusia.(*)

R013/Z002

Editor: Copywriter
Copyright © ANTARA 2011