Nusa Dua, Bali (ANTARA News) -  Rangkaian sidang KTT Ke-19 ASEAN di Nusa Dua, Bali, cukup panjang dan marathon sehingga memerlukan stamina untuk mengikutinya, demikian juga bagi jurnalis peliput. Masalah juga bertambah saat santap siang atau malam tiba. Mau makan di luar arena, sukar dilakukan karena sidang yang marathon dan pengamanan ketat.

Jadi, ruang makan untuk jurnalis dan pendukung aktivitas peliputan di Nusa Dua, Bali, penuh sesak dengan hadirin dari berbagai kalangan. Bukan cuma jurnalis dan pendukung peliputan yang santap malam dan siang di sana, melainkan juga dari seksi-seksi lain. 

KTT Ke-19 ASEAN telah dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Yudhoyono, di Ruang Nusa Dua, Bali Nusa Dua Convention Centre, Kamis pagi. KTT ini akan terus berlangsung hingga dua hari lagi dan persidangan serta aktivitas tambahan lain dimulai dari pagi hingga malam hari.

Sebetulnya panitia penyelenggara telah memperhitungkan "daya tampung" ruangan dengan jumlah hadirin yang ada. Namun faktanya, beberapa kali makanan telah habis sementara masih cukup banyak jurnalis dan pendukung peliputan yang kehabisan makanan itu.

Salah satu cara menentukan orang-orang yang bisa masuk ke area Pusat Media adalah dengan memindai tanda pengenal khusus. Untuk jurnalis diberi warna kartu hijau, dan kuning untuk panitia pelaksana, atau warna-warna lain. 

"Kami akan membicarakan hal ini dan berusaha mencari solusinya agar pekerjaan wartawan tidak terganggu seperti ini lagi," kata Penanggung Jawab Pusat Media, Gatot Dewabroto. (*)



Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2011