Jakarta (ANTARA News) - Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Righter (SR) mengguncang barat daya Nusa Dua, Bali, Jumat pukul 19.23 WIB.

Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, Jumat, menyebutkan, pusat gempa berada di 275 km barat daya Nusa Dua Bali dengan kedalaman 10 km.

Gempa dengan pusat gempa terletak di 10.75 LS dan 113.69 BT itu tidak berpotensi tsunami.

Getaran gempa terasa di Denpasar, Bali pada tingkat II skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Sebelumnya pada hari yang sama juga terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,0 SR di 246 km barat laut Tual Maluku. Gempa terjadi pukul 15.35 WIB dengan posisi 4.6 LS dan 130.78 BT dengan kedalaman 44 km.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Benny Sipolo di Ambon mengatakan, gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami.

"Gelombang pasang (tsunami) yang sering meresahkan masyarakat juga tidak berpotensi terjadi," ujarnya.

Sipolo mengakui pihaknya intensif memantau perkembangan gempa karena wilayah Maluku Tenggara, seperti kota Tual, Saumlaki termasuk daerah rawan terjadi gempa di Maluku yang hampir setiap hari terjadi peristiwa tersebut dengan kekuatan dua hingga tiga SR.

Menurut Sipolo, provinsi Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yakni Pasifik, Indo Australia dan Eurasia.

Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan.

Hingga kini belum ada gempa yang berpotensi tsunami di Maluku. Gempa-gempa yang terjadi di wilayah-wilayah di Maluku kebanyakan tremor, yakni lokal dangkal yang terus menerus. Kekuatannya berkisar tiga hingga empat Modified Mercally Intensity (MMI)).

Daerah-daerah rawan gempa di Maluku di antaranya wilayah-wilayah bagian tenggara, Pulau Ambon, Seram dan Buru. Sedangkan pusat patahan di antaranya berada di Laut Ambon dan Seram bagian barat.
(T.A039/Z002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011