Cocomosaic Indonesia raih "Gaia Awards" di Dubai

London (ANTARA News) - Salah satu dari enam perusahaan Indonesia yang menjadi peserta dalam pameran tahunan industri bahan bangunan dan konstruksi "The Big 5" di Dubai, Cocomosaic Indonesia berhasil meraih juara ketiga (Bronze winner) penghargaan "Gaia Awards" dalam ajang pameran ini.

Sekretaris Pertama/ Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya dalam keterangan yang diterima ANTARA London, Jumat menyebutkan pada tahun sebelumnya perusahaan ini menjadi finalis penghargaan yang sama.

Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang berhasil menerapkan manajemen berwawasan lingkungan dalam proses produksi mereka dan menciptakan berbagai produk inovatif yang ramah lingkungan.

Cocomosaic Indonesia berhasil menyisihkan sekitar 300 peserta lainnya dari seluruh dunia. Perusahaan ini juga pernah meraih "Penghargaan Emas" dari Presiden RI pada tahun 2010 karena mampu menerapkan manajemen dan menghasilkan produk yang ramah lingkungan serta memberdayakan masyarakat.

Menanggapi prestasi perusahaan Indonesia tersebut dalam ajang pameran bergengsi ini, Konjen RI Dubai, Mansyur Pangeran, menyatakan kebanggaannya hal ini membuktikan kualitas perusahaan Indonesia secara internasional diakui dan mampu bersaing dalam lingkup perdagangan global yang semakin kompetitif.

Hal ini juga membuktikan perdagangan dan lingkungan hidup dapat berjalan selaras melalui manajemen keberlanjutan lingkungan hidup dalam faktor produksi.

Konjen Mansyur Pangeran didampingi Sekretaris Pertama Ekonomi dan Sekretaris Pertama Pensosbud berkesempatan meninjau stand ke enam peserta Indonesia dan menyampaikan apresiasinya atas partisipasi perusahaan Indonesia dalam pameran "The Big 5".

Ia juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi Kementerian Perindustrian (Direktorat Kerja Sama Industri Internasional) dan Kementerian Perdagangan, melalui Kantor Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade Promotion Center/ ITPC) Dubai yang menghadirkan keenam perusahaan tersebut dalam pameran ini.

Dengan adanya koordinasi dan kerja sama antara pemerintah dan swasta serta pemangku kepentingan terkait, diharapkan dapat lebih mendorong upaya promosi melalui partisipasi aktif dalam ajang pameran berskala internasional, serta peningkatan ekspor berbagai produk unggulan Indonesia ke mancanegara.

Pada pameran "The Big 5" tahun ini Kementerian Perindustrian RI menghadirkan empat perusahaan, yaitu PT. Indotama Omicron Kahar, PT. Golden Coconut/ Maraton Kencana, PT Metal Forming Industry dan PT. Jayaco Alderon Persada.

Sedangkan Kementerian Perdagangan RI melalui ITPC Dubai menghadirkan dua perusahaan, yaitu Cocomosaic Indonesia dan PT. Mahagony Citra Selaras.

Sebagian besar pengusaha peserta Indonesia baru pertama kalinya mengikuti pameran ini, bahkan ada pengusaha yang sama sekali baru pertama kali hadir pada pameran internasional di Dubai dan menyatakan keinginannya untuk membuka pasar produknya di Timur Tengah dan sekitarnya melalui Dubai.

Selama ini, produk mereka dipasarkan ke Eropa dan Amerika Serikat serta sebagian ke kawasan Timur Tengah dan Afrika, namun melalui perusahaan penyelia di Singapura.

Sehubungan dengan itu, melalui kehadiran mereka dalam pameran "The Big 5" tahun ini para pengusaha tersebut mengharapkan dapat memperoleh kerja sama bisnis secara langsung dengan pengusaha setempat dan buyers dari negara-negara lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Konjen Mansyur menyatakan kesiapan KJRI Dubai untuk membantu menjembatani kerja sama bisnis antara pengusaha Indonesia dan Dubai maupun UAE.

Pilihan untuk berpartisipasi dalam pameran ini ataupun berbagai pameran internasional lainnya di Dubai merupakan langkah pemasaran dan promosi yang tepat. Hal ini mengingat posisi Dubai sebagai hub paling strategis yang tidak hanya bagi lalu lintas barang, namun juga manusia dan modal.

Di tengah krisis kawasan, Dubai membuktikan diri mampu untuk tetap menjadi hub yang atraktif sebagai kota bisnis terbesar di Timur Tengah dengan lokasinya yang strategis, kelengkapan sarana infrastruktur dan lingkungan usaha yang sangat kondusif.

Perekonomian Dubai mengalami pertumbuhan yang positif pasca krisis finansial 2008. Oleh karena itu, peluang Indonesia menjadikan Dubai sebagai "showcase" produk Indonesia dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif berbagai perusahaan Indonesia dalam pameran internasional di Dubai, termasuk pula "The Big 5" 2011 ini.

Konjen Mansyur berharapkan setiap komitmen bisnis yang dicapai dalam pameran ini dapat segera ditindaklanjutimasing perusahaan Indonesia tersebut sehingga dapat dikonkritkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"The Big 5" merupakan pameran tahunan industri bahan bangunan dan konstruksi memasuki tahun ke-30 penyelenggaraannya dan merupakan yang terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pameran tahun ini berlangsung di arena pameran Dubai International Convention and Exhibition Centre dibuka Sheikh Hamdan bin Rashid Al Maktoum, Deputy Ruler of Dubai yang juga Menteri Keuangan UAE. (ZG)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar