Temanggung (ANTARA News) - Aktivitas Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, cenderung turun dibanding hari-hari sebelumnya, namun hingga Jumat, status gunung ini masih waspada.

Berdasarkan data seismik di Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung pada 8 Desember 2011 pukul 00.00-24.00 WIB tercatat gempa tektonik jauh sebanyak satu kali, gempa tektonik lokal satu kali, dan hembusan 11 kali.

Pada 7 Desember 2011 tercatat gempa vulkanik dalam satu kali, vulkanik dangkal dua kali, tektonik lokal satu kali, tektonik jauh dua kali, dan hembusan enam kali. Pada 6 Desember 2011 terdapat gempa vulkanik dalam empat kali, tektonik jauh satu kali, dan hembusan empat kali.

Kasubid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, mengatakan, meskipun aktivitas kegempaan cenderung menurun, status Gunung Sindoro belum diturunkan.

"Hingga saat ini status Gunung Sindoro masih waspada," katanya.

Menurut dia, penurunan aktivitas itu hal yang biasa. Namun, sewaktu-waktu bisa saja meningkat lagi.

"Aktivitas bisa naik atau turun sewaktu-waktu. Kami masih terus mengamati," katanya,"katanya.

Pemasangan alat berupa minidoas untuk mengukur kadar SO2 dan elektrinic distance measurement (EDM) untuk mengetahui perkembangan penggemukan gunung masih dilakukan. Rencananya alat tersebut akan dipasang di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

"Namun kami lebih fokus untuk pemasangan alat di Sindoro, setelah itu baru dilakukan di Gunung Sumbing," katanya.

(U.H018/B012)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011