Jakarta (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan sebagian besar waduk dan penampung air lainnya seperti danau di Pulau Jawa dan sejumlah daerah lainnya akan mengalami penyusutan debit air karena pengaruh pengurangan curah hujan dalam kurun waktu 24 tahun pada 2015-2039.

"Berdasarkan peta distribusi curah hujan selama musim kemarau periode 2015-2039, sebagian besar Pulau Jawa akan alami pengurangan curah hujan sehingga menyebabkan berkurangnya debit air," kata Kepala BMKG Sri Woro B Harijono di Jakarta, Senin.

Kondisi tersebut menurut Sri Woro akibat dampak dari perubahan iklim yang mempengaruhi faktor-faktor penunjang cuaca seperti la nina dan el nino maupun suhu muka air laut.

Penampungan air yang akan mengalami penyusutan debit di antaranya Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, Waduk Cirata, Waduk Penjalin, Waduk Gajah Mungkur, Waduk Darma, Waduk Mahalaya, Waduk Kedung Ombo, Waduk Wonorejo dan Waduk Ledoyo.

Selain Pulau Jawa, pengurangan curah hujan juga terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Sulawesi, Maluku, Papua Barat dan Papua hingga 20 persen.

"Tidak semua wilayah mengalami kenaikan atau penurunan curah hujan karena perubahan iklim," tambah Sri Woro.

Hal tersebut terlihat di Pulau Sumatera, sebagian Sulawesi, Kalimantan dan sebagian Papua yang curah hujan tetap normal sehingga persedian air tetap aman.

Sedangkan pemetaan pendistribusian curah hujan pada periode musim kemarau 2075-2099 memperlihatkan bahwa pengurangan curah hujan juga terjadi di Pulau Sumatera yaitu Bengkulu, Lampung selatan.

Namun Pulau Jawa, Bali, sebagian Sulawesi, Maluku, Papua Barat dan Papua tetap mengalami kekurangan debit air karena curah hujan yang berkurang hingga 20 persen.

Sebaliknya, di selatan Aceh, bagian barat Sumatera Utara mengalami kenaikan curah hujan hingga 50 persen sedangkan sebagian Pulau Sumatera, Pantura Jawa, Kalimantan dan Papua mengalami kenaikan 20 persen.

"Pemetaan ini menjadi acuan untuk kesiapan kita menghadapi kemungkinan yang akan terjadi. BMKG selalu menginformasikan ke daerah-daerah yang memiliki potensi baik banjir maupun kekeringan," kata Sri Woro.
(D016)



Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011