GPDRR 2022

GPDRR buktikan kepemimpinan Indonesia dalam agenda kebencanaan dunia

GPDRR buktikan kepemimpinan Indonesia dalam agenda kebencanaan dunia

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kiri) dalam konferensi pers gabungan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Badung, Bali, Jumat (27/5/2022). (Antara/Devi Nindy)

Badung. Bali (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ketujuh tahun 2022 membuktikan kepemimpinan Indonesia dalam agenda kebencanaan dunia.

Suharyanto dalam konferensi pers gabungan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Badung, Bali, Jumat, menyatakan Indonesia berhasil menyelenggarakan GPDRR 2022 terlepas dari adanya tantangan pandemi COVID-19.

Baca juga: GPDRR 2022 ditutup dengan Agenda Bali untuk Ketahanan Bencana

Baca juga: Kepala BMKG tawarkan lima rumusan bangun ketangguhan holistik


Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto juga mengapresiasi kehadiran 7.000 lebih delegasi dari 185 negara untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, baik secara fisik maupun virtual.

Angka tersebut, menurut dia, menandakan tingginya kepercayaan dunia terhadap penanggulangan COVID-19 di bawah arahan Presiden Joko Widodo.

"Indonesia mengucapkan terima kasih kepada PBB untuk kepercayaannya memilih Indonesia sebagai tuan rumah GPDRR 2022. Hal ini menegaskan kembali kepemimpinan Indonesia bukan hanya dalam agenda kebencanaan Asia Pasifik, tapi juga di dunia," ujar Suharyanto.

Baca juga: Pertemuan GPDRR bukti dunia dapat bersatu saat konflik Rusia-Ukraina

Suharyanto mengatakan Indonesia menawarkan kepada dunia mengenai agenda resiliensi berkelanjutan, seperti penguatan budaya kesiapsiagaan bencana, investasi di bidang sains teknologi dan inovasi kebencanaan, membangun infrastruktur dan resilien terhadap bencana perubahan iklim dan komitmen mengimplementasikan kesepakatan global tingkat lokal Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan hasil dari GPDRR 2022.

"Diharapkan empat poin tersebut menjadi jawaban atas tantangan dunia mengenai bagaimana penanggulangan bencana dilakukan setelah pandemi COVID-19 dan di tengah ancaman perubahan iklim," katanya.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar