Banda Aceh (ANTARA News) - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengatakan bahwa sejumlah insiden penembakan yang terjadi beberapa hari terakhir di provinsi ujung barat Pulau Sumatra itu tidak mengganggu keamanan masyarakat.

"Sejumlah penembakan yang menewaskan beberapa orang tersebut tidak mengganggu keamanan Aceh secara umum. Saya berharap kepolisian dapat menangkap pelaku secepatnya," katanya di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Irwandi Yusuf usai menghadiri penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Hotel Hermes, Banda Aceh.

Irwandi Yusuf hadir ke tempat itu sebagai calon gubernur berpasangan dengan Muhyan Yunanuntuk pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Aceh pada 16 Februari 2012.

Irwandi menduga, kasus penembakan tersebut sepertinya diarahkan untuk tujuan tertentu. Kendati begitu, ia belum bisa memastikan apakah insiden penembakan itu untuk tujuan mengganggu keamanan jelang pilkada atau tidak.

"Tampaknya sejumlah penembakan tersebut diarahkan kepada warga pendatang. Apa motifnya pelaku menembak korban juga belum diketahui. Saya berharap polisi dapat mengungkap semuanya," ujar dia.

Menurut dia, kepolisian tidak akan kesulitan mencari siapa pelaku penembakan tersebut, namun untuk mengungkap kasus tersebut perlu dukungan dan informasi masyarakat.

"Saya pikir polisi tidak sulit mencari pelakunya. Masyarakat juga diminta memberikan informasi, jika mengetahui siapa pelaku penembakan tersebut," imbau Irwandi Yusuf.

Tiga penembakan terjadi di sejumlah tempat di Provinsi Aceh sejak malam tahun baru 2012. Di Banda Aceh, seorang pekerja toko mainan di kawasan toko Ulee Kareng, tewas ditembak, Sabtu (31/12) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kemudian, di Kabupaten Bireuen, sekitar 230 kilometer dari Kota Banda Aceh, tiga pekerja luar Aceh tewas ditembak, Sabtu (31/12). Selain korban jiwa, tujuh pekerja lainnya mengalami luka tembak.

Selain itu penembakan di kawasan Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (1/1), sekitar pukul 20.00 WIB, yang menewaskan seorang warga dan seorang lainnya kritis.
(T.KR.HSA/N005)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2012