Jakarta (ANTARA News) - Pelatih timnas senior Wim Rijsbergen membidik mantan pemain timnas U-23 guna memperkuat tim Merah Putih untuk pertandingan terakhir Pra Piala Dunia (PPD) 2014 melawan Bahrain, 29 Februari mendatang.

"Kami harus mencari pemain baru karena sejumlah pemain bermain di liga lain dan oleh FIFA dianggap liga ilegal," kata Wim Rijsbergen di sela-sela seleksi timnas U-17 di Lapangan C Senayan Jakarta, Jumat.

Menurut dia, selain membidik mantan pemain timnas U-23, pihaknya juga akan kembali melakukan seleksi pemain senior terutama dari klub yang turun di kompetisi resmi PSSI yaitu Indonesia Premier League (IPL).

Selama ini timnas senior yang diturunkan pada PPD 2014 mayoritas pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang saat ini dianggap ilegal oleh PSSI.

Pemain timnas senior yang terancam tidak bisa memperkuat timnas senior diantaranya Bambang Pamungkas, Firman Utina, M. Nasuha, Christian Gonzales, Ferry Rotinsulu, M. Ridwan, Zukifli Syukur, dan Boas Salossa.

Beberapa mantan timnas U-23 yang berpeluang memperkuat timnas senior diantaranya Abdulrahman dan Ferdinan Sinaga (Semen Padang), Gunawan Dwi Cahyo (Arema Indonesia), Andik Vermansyah (Persebaya) serta Diego Michiels.

Keiinginan Wim Rijsbergan untuk melakukan perombakan tim juga didukung oleh Koordinator Timnas Bob Hippy. Saat ini timnas senior baru terbentuk 50 sampai 60 persen dari kebutuhan.

"Wim akan turun ke daerah untuk melihat pertandingan salah satunya saat Persebaya menghadapi PSM Makassar," kata Bob Hippy.

Ia menjelaskan dengan belumnya lengkapnya pemain timnas senior menjelang pertandingan PPD melawan Bahrain maka susuna pemain baru akan diumumkan satu pekan sebelum pertandingan.

Indonesia saat ini berada di posisi juru kunci Grup E Zona Asia dengan nol poin dan posisi puncak klasemen adalah Iran disusul Qatar dan Bahrain. Dari lima pertandingan yang sudah dilakukan oleh Timnas Merah Putih, anak asuh Wim Rijsbergen ini hanya mampu mencetak tiga gol dan kemasukan 16 gol.
(T.B016/I015)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012