Bandung (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta masyarakat tidak khawatir menggunakan tabung dan "converter kit" atau alat pengalih penggunaan BBM ke BBG karena sudah standar industrinya.

"Jangan khawatir karena "converter kit" yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia aman, dan sudah diuji coba dan dapat pertanggungjawabkan kehandalannya," kata Dahkan, usai memimpin Rapat Sinergi PTDI dengan sejumlah BUMN, di Gedung PTDI, Bandung, Kamis.

Menurut Dahlan, PTDI sudah menetapkan standar kualitas tabung dan converter kit yang akan diproduksi sehingga aman dalam penggunaanya.

"PTDI dan BUMN lainnya, PT INTI, PT Pindad serta industri swasta dipersilahkan untuk mengembangkannya," ujar Dahlan.

Pemerintah diketahui akan membatasi BBM bersubsidi mulai 1 April 2012 yang pada tahap awal diterapkan di wilayah DKI Jakarta, dan selanjutnya secara bertahap di Jawa-Bali pada akhir 2012.

Untuk merealisasikan pembatasan BBM bersubsidi tersebut harus diproduksi sekitar 1 juta unit tabung "converter kit".

Dahlan meyakini dengan kemampuan PTDI dan swasta dalam negeri untuk memproduksi tabung dan converter kit sesuai dengan standar yang tinggi.

"PTDI, PT INTI, PT INKA semuanya orangnya pintar-pintar, jadi jangan khawatir kualitas converter. Pasti bagus," ujarnya.

Ia menambahkan, teknologi "converter kit" sudah banyak diterapkan di sejumlah negara di dunia dan kejadian tabung gas meledak hampir tidak ada.

"Kalaupun ada bisa dihitung dengan jari. Karena tabung gas elpiji didisain mampu mecapai titik bakar 450 derajat atau beberpaa kali lipat dari tangki elpiji biasa," ujar Dahlan.

Diketahui dua jenis alat konversi yang disiapkan, yaitu converter kit dari BBM ke CNG (compressed natural gas) dan dari BBM ke LVG/LPG.

Meski begitu Dahlan belum bisa menyebutkan mana dari dua jenis alat konversi yang akan diproduksi secara massal, karena masih harus menunggu keputusan pemerintah.

"Tapi menurut saya, akan lebih memilih konversi ke CNG karena lebih ekonomis," katanya.

Sementara itu Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana mengatakan pihaknya siap menjadi pemimpin dalam konsorsium BUMN untuk memproduksi konverter tersebut.

"PTDI sanggup saja memproduksi "converter kit" hingga satu juta unit. Karena memang relatif tidak ada kesulitan memproduksinya," ujar Andi.

Meski begitu ia menambahkan, tugas pokok PTDI adalah bagaimana menetapkan standar tabung gas dan konverter kit sehingga dapat diproduksi oleh BUMN yang dilibatkan di dalamnya termasuk swasta.

"Tetapi yang penting dalam produksi konverter kit ini PTDI memberikan kualifikasinya sehingga terjamin keamanannya," katanya.
(R017)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2012