Tangerang (ANTARA News) - Salah seorang korban tewas dalam kecelakaan helikopter di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang, Banten, Achmad Supardja (54) sempat berwasiat agar keluarga menjaga kedua cucunya.

Pesan terakhir itu disampaikan Achmad Supardja Kamis pagi setelah menunaikan sembahyang subuh.

"Setelah sembahyang Subuh, Bapak berwasiat agar anak dan keluarga selalu hidup rukun termasuk menjaga kedua cucunya," kata anak kedua Achmad Supardja, Amirul Mufasir (25), di rumah duka di Kelurahan Kenangan RT 04/01 Nomor 26 Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis.

Achmad Supardja yang berprofesi sebagai teknisi mekanik khusus helikopter, tewas bersama rekan kerjanya Sri Setyobudi (42), setelah diterjang baling-baling yang terlepas dari badan helikopter latih jenis Super Puma tipe Nas-332.

Baling-baling helikopter lepas saat mesin "capung besi" itu dihidupkan di Lanud Pondok Cabe Kamis sekitar pukul 09.50 WIB.

Amirul mengatakan, korban merupakan bapak teladan dan patut dicontoh anaknya, karena rajin menunaikan ibadah, sabar, dan tegas terhadap keputusannya.

Selain itu, korban yang merupakan anak ke sembilan dari 10 bersaudara tersebut sangat perhatian terhadap keluarganya, termasuk cucu-cucunya.

Amirul menceritakan, bapaknya sempat menyampaikan pesan agar seluruh anaknya dan keluarga yang lain rajin ibadah seperti menunaikan ibadah sembahyang lima waktu dan puasa sunat setiap hari Senin dan Kamis.

Amirul mengungkapkan, selain menyampaikan pesan tersebut, keluarga tidak mendapatkan tanda atau firasat lainnya sebelum almarhum meninggal dunia dalam musibah kecelakaan transportasi udara tersebut.

Amirul menambahkan, almarhum juga tidak menunjukkan tindakan yang aneh sebelum meninggal karena memang Supardja sering memberikan nasihat kepada anak dan istrinya.

Amirul mengatakan, setelah selesai proses identifikasi di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, almarhum dibawa ke rumah duka yang direncanakan akan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.

Selanjutnya, pihak keluarga akan langsung memakamkan almarhum di pemakaman keluarga di Kampung Gondrong, Cipondoh.

Achmad Supardja yang lulusan Sekolah Penerbangan Curug, Kabupaten Tangerang pada tahun 1975 tersebut, meninggalkan seorang istri yang bernama Nurningsiah (50), enam orang anak serta dua orang cucu.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009