Bogor (ANTARA News) - Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Riset dan Teknologi, Prof Benyamin Lakitan mengatakan, Kiat Esemka merupakan bukti kemampuan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam bidang teknologi.

"Kiat Esemka adalah bukti IPTEK di Indonesia tidak kalah dengan negara manapun. Siswa SMK telah membuktikan kemampuannya dalam bidang teknologi," katanya saat ditemui dalam Seminar Nasional MAKSI, di Bogor, Kamis.

Terkait wacana untuk menjadikan Kiat Esemka sebagai mobil nasional, menurut Benyamin pihaknya selaku bidang inovasi riset dan teknologi akan mendukung sesuai dengan bidangnya.

Menurutnya kebijakan untuk menjadikan Kiat Esemka sebagai mobil nasional ada disejumlah instansi lain yang terlibat seperti Kementerian Perindustrian yang berkewenangan dalam perizinan.

"Kemenristek berperan dalam teknologinya. Selama itu dalam bidang kita, kami siap mendukung," katanya.

Benyamin mengatakan, berbicara industri nasional, masyarakat jangan langsung mengkonotaskan industri besar. Kiat Esemka adalah produk kolektif yang masih memerlukan standarisasi.

Standarisasi sangat penting menjamin kualitas produk dapat dipertahankan dipasaran sehingga layak untuk dipasarkan.

"Jika ingin menjual di pasar harus ada stadarisasinya. Jika hari ini bagus, besok tidak tentu akan merusak produk itu sendiri," katanya.

Menurut Benyamin, masih banyak sistem yang harus ditata untuk menjadikan Kiat Esemka sebagai mobil nasional.

"Kiat Esemka merupakan produk awal, baru memproduksi satu dua unit, belum memproduksi masal. Sebelum masuk pasar komersial harus mampu mereplikasi, harus dibuat secara konsisten dengan dilengkapi uji emisi," katanya.

Benyamin menambahkan, jika Kiat Esemka diproduksi secara masal, tidak dapat di lakukan di SMK. Perlu prototipe untuk memproduksinya.

Kiat Esemka merupakan buatan siswa SMK Negeri 2 Solo. Pada 2 Januari lalu, Walikota Solo Joko Widodo mempromosikan mobil jenis sport utility vehicle (SUV) itu.

Sejak itu Esemka menggemparkan jagat Indonesia. Mobil ini banjir pesanan.
(T.KR-LR)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012