Ponpes di Bangka Belitung sebanyak 85 pondok pesantren dan rumah tahfidz dengan jumlah siswa mencapai 11.000 santri. Dengan kebutuhan beras mencapai 75 hingga 80 ton per bulan
Bangka, Babel (ANTARA) - PT Timah Tbk bersama Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) Cabang Bangka Belitung menyalurkan bantuan 14,1 ton beras dan infak kepada empat pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Bangka, guna mendukung peningkatan pendidikan di lingkungan operasional badan usaha milik negara (BUMN) itu.

"Kami berharap ke depannya tidak hanya PT Timah Tbk yang ikut dalam program donasi ini, tetapi juga menjadi pemantik bagi perusahaan lainnya," kata Branch Manajer BMI Babel Muhammad Hasanuddin di Bangka, Kamis.

Ia mengatakan bantuan beras 14,1 ton ini disalurkan kepada empat ponpes di Kabupaten Bangka yaitu Ponpes Miftahul Ullum Desa Cit, Ponpes Hidayatulloh Desa Riding Panjang, Ponpes Hubul Quran Desa SinarBaru dan Ponpes Maktubah Air Asem Belinyu.

"Alhamdulillah, saat ini kami bersama Divisi Keteknikan PT Timah Tbk telah mengumpulkan 500 kilogram dan akan disalurkan ke ponpes dan rumah tahfidz di daerah ini," katanya.

Ia menjelaskan ponpes di Bangka Belitung sebanyak 85 pondok pesantren dan rumah tahfidz dengan jumlah siswa mencapai 11.000 santri. Dengan kebutuhan beras mencapai 75 hingga 80 ton per bulan.

"Bantuan ini tentunya akan sangat membantu pengurus ponpes dalam memenuhi kebutuhan beras peserta didiknya," katanya.

Menurut dia meski program ini baru, namun karyawan PT Timah Tbk cukup antusias untuk mengikuti infaq beras tersebut.

"Awalnya hanya mengumpulkan infak beras secara individu. Namun melihat antusias karyawan PT Timah Tbk mengikuti infaq beras ini dan mereka mulai berkolaborasi dengan perusahaan untuk program ini," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kerja sama dengan PT Timah Tbk ini dapat menjadi pemantik untuk perusahaan-perusahaan yang ada di Bangka Belitung untuk ambil bagian membantu ponpes serta rumah tahfidz ini.

"Dengan banyaknya karyawan yang ada di perusahaan itu ikut membantu juga pengumpulan donasi, yang mana secara pengumpulan lebih mudah dan lebih efisien waktu dan tenaga," demikian Muhammad Hasanuddin.

Baca juga: Pemprov Babel - PT Timah bangun pesantren hancur diterjang banjir

Baca juga: HUT RI, Baitulmaal Munzalan Indonesia bagi hadiah ke santri Kubu Raya

Baca juga: Roti Gembul utamakan produk halal karyawan selalu shalat dhuha

Baca juga: Masjid-mushala-pesantren direnovasi PT Timah pada Ramadhan

Pewarta: Aprionis
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2022