Jakarta (ANTARA) - Penyanyi keturunan Indonesia-Australia SHAE yang pernah merilis lagu "Sayang" kembali merilis lagu baru setelah beberapa tahun vakum. Sebagai artis independen yang tak lagi berada di bawah naungan label besar, SHAE membuktikan kemandirian dimana ia bebas berekspresi secara musikal, dan bereksplorasi luas sesuai dengan keinginannya. Lagu “Love With You” adalah pembuktian kemandirian itu.

Baca juga: Igan Andhika duet bareng Elvan Saragih di "Jangan Kau Beri Harapan"

Industri musik saat ini, kata SHAE, bisa dibilang bukan dunia yang mudah dijalani. Namun pada awal 2021 lalu, SHAE merasa telah mendapatkan semacam "petunjuk".

“Alasan utama saya kembali adalah, karena saya mendapat pesan dari alam semesta. Ia berkata kepada saya, ‘Lakukan apa yang Aku butuhkan dari dirimu, Aku menempatkan kamu di sini karena suatu alasan. Lakukan yang terbaik yang kamu bisa, dan jangan pikirkan hasilnya’," kata SHAE dalam siaran resmi, Minggu.

"Itu mengejutkan dan membuat saya sangat cemas pada awalnya. Saya benar-benar berpikir saya sudah selesai dengan industri musik, tetapi akhirnya saya merilis apa yang saya miliki, apa yang diperlukan untuk membuat pertunjukan yang bagus."

“Love With You” adalah menu pembuka, nomor penggoda menuju perilisan album studio ketiga SHAE, berjudul “Shaelebration” yang bakal diluncurkan dalam waktu dekat. “Love With You” menunjukkan kreativitas dan identitas baru SHAE, dimana ia mengemas komposisi enerjik yang kental akan elemen musik dance bernuansa retro. Sementara di liriknya, mengisahkan seorang wanita yang ‘terluka’, yang datang untuk menemukan cinta yang lebih tinggi dengan mencarinya di dalam dirinya sendiri. Sebuah lagu yang berasal dari patah hati, lalu berakhir dengan pembebasan.

Baca juga: Yowha rilis ulang single kolaborasi bersama Clevt berjudul "Go Blind"

Dalam penggarapan produksinya, “Love With You” memadukan chemistry SHAE dengan DJ Sumantri a.k.a Sumobeat, seorang produser pop-electronic ternama yang telah bekerja sama dengan nama-nama besar di industri musik skala Internasional sejak 1999 silam. Selain itu, juga ada kolaborasi bersama Dedidude, seorang desainer grafis yang pernah memenangkan penghargaan, seorang sinematografi sekaligus musisi yang pernah memproduksi albumnya sendiri pada 2016 silam.

“The song is cute. Bisa diputar di radio, Siapa pun bisa me-remix atau memutarnya di klub, juga bisa didengarkan di pagi hari sebagai mood booster. Ini adalah lagu yang dapat kamu mainkan kapan saja sepanjang hari. Yang membuatnya istimewa adalah pesan dan sumber inspirasinya,” kata SHAE.


SHAE sendiri mulai menapaki karir panggung hiburan sejak usia 11 tahun. Merambah dan melebarkan bakatnya di musik, film dan teater. Tapi pencapaiannya yang luar biasa terjadi saat SHAE meluncurkan album pertamanya, “The First” pada 2012, yang lantas membuahkan 12 Platinum Awards. Lalu album keduanya, “Seperti Magic” yang diedarkan empat tahun kemudian, melesat liar hingga ke jajaran nominasi MTV Europe Music Awards.


Baca juga: Misellia kisahkan proses manisnya jatuh cinta dalam single "Diam Diam"

Baca juga: Chintya Gabriella bicara soal "move on" di lagu baru "Tak Apa Tanpamu"

Baca juga: Febinda Tito kemas kisah cinta pertama dalam "Semau-maumu"

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022