Puluhan siswa SD di Banda Aceh peringati Hari Badak Sedunia

Puluhan siswa SD di Banda Aceh peringati Hari Badak Sedunia

Puluhan siswa SD dari Banda Aceh dan Aceh Besar mengikuti lomba mewarnai Hari Badak Sedunia yang jatuh pada 22 September.(22/9/2022). ANTARA/Nurul Hasanah.

supaya mereka mengenal badak itu dan tahu apa badak itu
Banda Aceh (ANTARA) - Puluhan siswa sekolah dasar (SD) dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar mengikuti peringatan Hari Badak Sedunia yang diinisiasi Forum Konservasi Leuser (FKL) bekerja sama dengan sejumlah LSM bidang lingkungan.

Asisten Suvervisor Edukasi FKL, Yoza Aminullah di Banda Aceh, Kamis mengatakan puluhan siswa SD tersebut dilibatkan untuk mengenal badak sumatra salah satu satwa dilindungi yang terancam punah di dunia melalui lomba mewarnai badak di aula Fakultas Kedokteran Hewan

"Kita adakan lomba mewarnai kepada anak tingkat SD mungkin mereka ada yang belum pernah melihat badak, jadi supaya mereka mengenal badak itu dan tahu apa badak itu," katanya.

Pelibatan siswa SD dalam peringatan Hari Badak Sedunia yang jatuh pada 22 September dapat menciptakan rasa kedekatan para generasi penerus agar dapat mengetahui kebermanfaatan badak dalam ekosistem serta melindungi badak dari ancaman kepunahan.

"Kita berharap para siswa atau generasi ke depan mengetahui badak, fungsi badak untuk apa, kemudian kegunaan di alam sebagai apa," katanya.

Baca juga: Memperkenalkan badak sumatra lewat film animasi "Riki Rhino"
Baca juga: Penyelamatan populasi badak sumatra sangat penting saat ini

Intan orang tua siswa juga turut senang mengikutkan anaknya dalam lomba mewarnai memperingati Hari Badak Sedunia.

Menurut dia, perlombaan seperti ini selain mendukung perkembangan anak juga dapat menambah wawasan kepada anak-anak.

"Anak-anak lebih semangat dan juga wawasan lebih bertambah lagi," katanya.

Selain lomba mewarnai, FKL juga mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, perlombaan bertemakan badak seperti infografis, reels, dan melukis, serta kelas konservasi yang diisi oleh pemerintah, akademisi, pemangku kepentingan dan praktisi konservasi badak.

Baca juga: Dalam 10 Tahun Terakhir Populasi Badak Sumatra Menyusut 50 Persen
Baca juga: WWF: badak sumatera alami krisis populasi
Baca juga: Penangkaran badak sumatera Way Kambas boleh dikunjungi

 

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar