Jakarta (ANTARA) -
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja ekstra keras menangani persoalan sampah yang merupakan salah satu penyebab banjir.

Menurut anggota dari Komisi Bidang Pembangunan DPRD DKI tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, saat ini perilaku hampir setiap individu di Jakarta kurang sadar dalam membuang sampah.

Akibatnya sampah mengendap dan menyumbat berbagai saluran air hingga menyebabkan banjir. Tingkat kesadaran masyarakat masih sangat minim untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Tetapi kita kan tidak boleh menyerah begitu saja, dalam hal ini harus ada usaha ekstra terutama dari DKI Jakarta," kata Kenneth.

Karena itu, pria yang akrab disapa Kent itu meminta kepada Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk kerja ekstra keras dalam melakukan pengawasan terkait persoalan sampah yang terdapat di lokasi-lokasi rawan banjir.

Menurut dia, UPK bisa sangat berperan dalam mengontrol volume sampah, terutama sampah-sampah yang muncul pada saat hujan lebat yang harus lebih diperhatikan secara khusus.

Baca juga: Anggota DPRD: Penambangan sampah mampu jawab darurat sampah DKI
Baca juga: Anies imbau warga biasakan pilah sampah

Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas itu melanjutkan hal tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Menurut Kent, Satgas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup harus juga ditugaskan untuk ke setiap rumah pompa sehingga ketika hujan besar terjadi para petugas telah siap untuk mengangkut sampah yang menumpuk.

Kent juga meminta kepada Pemerintah Provinsi !Pemprov) DKI Jakarta untuk segera memasang dinding turap (sheetpile) di sejumlah kali di Jakarta, karena warga bantaran kali akan sering kebanjiran jika belum dilakukan turap.

"Memang saat ini permasalahan tersebut masih terkendala terkait dengan pembebasan lahan. Masalah pembebasan lahan ini seharusnya menjadi beban pemerintah daerah yang
pengadaannya diatur dalam UU yang berlaku," katanya.​​​​

Terhadap masyarakat, Kent berharap timbulnya kesadaran yang semakin kuat untuk bijak mengelola sampah dari rumah masing-masing dengan memperhatikan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).
​​​​​​​

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2022