Kami telah membentuk tim relawan bersama dengan pemuda dan polisi Rohingya untuk berpatroli pada malam hari. Kami juga memiliki layanan hotline 24jam dan 7 hari dalam seminggu
Dhaka (ANTARA) - Sekelompok orang pada Sabtu (15/10) membunuh dua pemimpin komunitas Rohingya di kamp pengungsi di Cox's Bazar Bangladesh, yang menampung lebih dari satu juta pengungsi, kata polisi.

Almarhum telah diidentifikasi sebagai Maulvi Md. Yunus dan Anwar Hossain, keduanya pemimpin kamp pengungsi Rohingya yang dikenal berasal dari kelompok etnis majhi.

Menurut Batalyon Polisi Bersenjata Bangladesh, unit polisi elite yang bertugas menjaga keamanan di kamp, para penjahat menyerang Yunus dan Hossain dengan parang tajam dan melarikan diri dari tempat kejadian.

Yunus meninggal di tempat sementara Hossain meninggal di rumah sakit.

Baca juga: Komisioner PBB tinjau kondisi HAM dan pengungsi Rohingya di Bangladesh

Juru bicara polisi Faruk Ahmed mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa penggerebekan terus dilakukan untuk menangkap para pelaku yang membunuh kedua pemimpin pengungsi di Kamp 13.

Ahmed menambahkan bahwa keamanan telah diperketat di seluruh pemukiman Rohingya yang dibagi menjadi 34 kamp.

Dia juga menyebutkan bahwa kehadiran kelompok bersenjata dilaporkan telah meningkat sejak kudeta yang dilakukan kelompok militer di Myanmar pada 1 Februari 2021.

"Kami telah membentuk tim relawan bersama dengan pemuda dan polisi Rohingya untuk berpatroli pada malam hari. Kami juga memiliki layanan hotline 24jam dan 7 hari dalam seminggu," katanya.

Bangladesh telah menampung para pengungsi Rohingya sejak mereka melarikan diri dari penumpasan militer di Myanmar pada 2017.

Aksi kekerasan di permukiman Rohingya di Bangladesh telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir yang sering dikaitkan dengan perang di antara faksi-faksi yang bersaing.

Menurut data resmi, setidaknya 120 pengungsi Rohingya telah tewas di kamp-kamp di Bangladesh selama lima tahun terakhir.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Menlu Retno: Krisis Rohingya perlu terus jadi perhatian internasional
Baca juga: Menlu RI singgung nasib warga Rohingya dalam pertemuan MIKTA

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
Copyright © ANTARA 2022