Jakarta (ANTARA) - Jellysmack, perusahaan kreator global, hari ini mengumumkan kesepakatan kerja sama dengan perusahaan kreator ekonomi teratas di Asia, WebTVAsia, yang mengalokasikan modal lebih dari US$30 juta untuk mempercepat pertumbuhan kreator video teratas di kawasan Asia Pasifik.
 
Perjanjian kerja sama strategis ini menandai investasi Jellysmack yang paling signifikan di kawasan ini hingga saat ini. Pendanaan ini berarti content creator WebTVAsia dapat mendorong pertumbuhan ke depan dengan modal yang dibutuhkan untuk membawa bisnis mereka ke tingkat berikutnya melalui perekrutan tim, membangun ruang studio baru, meluncurkan produk, meningkatkan pembuatan konten berkualitas, dan banyak lagi. Sederhananya, dana tersebut memberdayakan para content creator teratas untuk terus berkembang.
 
“Bermitra dengan WebTVAsia untuk menyebarkan modal kepada para kreator di Asia Pasifik adalah kesempatan unik. Mereka adalah mitra utama yang memahami denyut nadi Asia dan dapat mendorong pertumbuhan kreator melalui program pendanaan para kreator kami,” kata Ezechiel Ritchie, General Manager Jellysmack Asia Pasifik. “Inisiatif ini akan memiliki dampak besar pada para content creator di kawasan ini yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan kualitas mereka melalui berbagai solusi teknologi keuangan baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keunikan mereka masing-masing, dan saya tidak sabar untuk melihat hasilnya.”
 
Jellysmack, yang daftarnya mencakup content creator besar seperti MrBeast, How Ridiculous, JianHao Tan, Food Kingdom, Junya, dan PewDiePie, menggunakan Artificial Intelligence untuk mendeteksi content creator yang menjanjikan dan membantu meroketkan pertumbuhan sosial mereka dengan pengoptimalan dan distribusi konten multi-platform. Hingga saat ini, Jellysmack telah menghasilkan lebih dari US$175 juta untuk para kreator.
 
Kerja sama baru ini semakin memperkuat dukungan Jellysmack terhadap kreator global terkemuka dan sejalan dengan misi WebTVAsia untuk memberdayakan kreator di Asia Pasifik dengan peluang dan sumber daya untuk memaksimalkan laba atas investasi konten mereka.
                   
“WebTVAsia adalah salah satu yang pertama berinvestasi dalam ekonomi kreator Asia sejak 2013. Dalam periode 3 tahun terakhir yang dilanda pandemi, kami telah menghasilkan lebih dari US$100 juta pendapatan langsung bagi para kreator. Hubungan jangka panjang kami dibangun di atas nilai-nilai 3 'K' yang paling diinginkan para kreator: Ketenaran, Kesuksesan, dan Kebebasan (untuk berkreasi),” kata pendiri dan CEO grup WebTVAsia, Fred Chong. “Sebagai kreator sendiri, saya melihat kerja sama dengan Jellysmack ini sebagai game-changer yang akan membuka kemungkinan baru bagi kreator untuk menjembatani dunia Web 2.0 dan 3.0. Dalam 6-12 bulan ke depan kami akan meluncurkan alat dan solusi baru yang menarik untuk para content creator, termasuk konten terkait NFT, dompet digital, identitas virtual untuk metaverse, komunitas penggemar, dan model monetisasi Web 2.5.”
 
Jaringan content creator terkemuka WebTVAsia dengan 3.500 saluran menjangkau 10 pasar Asia Pasifik dan menghasilkan 8 miliar penayangan bulanan melalui lebih dari 880 juta pelanggan. Visi perusahaan untuk mengubah kreator menjadi bintang telah menghasilkan banyak pembuat film, aktor, live streamer, vlogger, gamer, musisi, dan pengusaha terkenal. WebTVAsia telah bermitra dengan perusahaan media global seperti Google/YouTube, Meta, TikTok, Universal Music, Warner Music, dan Tencent untuk bersama-sama mengembangkan bakat digital di Asia.
Di Indonesia sendiri, WebTVAsia telah berdiri sejak 2016 berpartner dengan seorang technopreneur Indonesia, Billy Ching. Sejak 2016, WebTVAsia Indonesia sudah sukses membantu mengelola dan membangun banyak content creator sukses di berbagai bidang kreatif seperti Boy William, Raditya Dika, Baim Wong, Arief Muhammad, Arif Muhammad (Mak Beti), Fitra Eri, Citra Kirana, dan masih banyak lagi.
 
“Melalui kerja sama ini menjadi bentuk dukungan kita kepada para content creator di Asia khususnya di Indonesia agar mereka bisa fokus berkreasi membuat konten dan semakin sukses,” kata Billy Ching, CEO WebTVAsia Indonesia.
 
Kesepakatan dengan WebTVAsia mengikuti investasi Seri C sembilan digit Jellysmack dari SoftBank, yang mendorong perusahaan ke valuasi unicorn tahun lalu. Kumpulan kreator teknologinya juga membuat Jellysmack mendapatkan gelar "Perusahaan Paling Inovatif dalam Video" dari Fast Company pada tahun 2022. Gabungan berbagai saluran yang dikelola Jellysmack dilihat hingga mencapai 10 miliar kali setiap bulan.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2022