Jakarta (ANTARA) - PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) melalui Unit Syariah (Allianz Syariah) tengah berfokus pada pengembangan bisnis, SDM & kanal distribusi, serta terus melakukan persiapan proses dan sistem sebagai landasan yang kuat menuju spin off unit syariah.

“Ketiga hal ini menjadi komitmen kami untuk senantiasa memberikan solusi perlindungan dan layanan asuransi syariah yang dibutuhkan nasabah serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan demikian kami dapat terus meningkatkan pertumbuhan bisnis dan berkontribusi dalam perkembangan industri syariah di tanah air,” kata Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia Ginawati Djuandi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ginawati menuturkan bahwa upaya pengembangan bisnis asuransi syariah Allianz, didukung oleh catatan pertumbuhan yang kuat di atas rata-rata pasar. Per kuartal ketiga tahun 2022, Allianz Syariah mencatatkan pertumbuhan yang kuat untuk Annualized Premium Equivalent (APE) sebesar 53,5 persen, jauh di atas rata-rata pasar sebesar 10,2 persen, dengan market share 14,8 persen.

Selain itu, untuk Weighted New Business Premium (WNBP) Allianz Syariah tumbuh sebesar 46,5 persen, di atas rata-rata pasar sebesar 32,1 persen, dengan market share sebesar 13,1 persen. Pertumbuhan yang kuat tersebut didukung oleh kanal distribusi keagenan dan bancassurance.

Allianz Syariah terus berfokus pada pemantapan sumber daya manusia dan penguatan jaringan tenaga pemasar berlisensi syariah sebagai fondasi distribusi yang esensial. Ginawati mengaku bahwa Allianz Syariah menerapkan strategi bisnis khusus agar Unit Syariah terus bertumbuh secara signifikan.

“Pasar syariah masih sangat besar di Indonesia, oleh karena itu kami percaya Allianz Syariah dapat terus mencatatkan pertumbuhan, seiring dengan perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu, Allianz Syariah juga konsisten memperluas jaringan distribusi keagenan, dengan merekrut generasi milenial yang memiliki minat untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan.

Hal itu menjadi prioritas Allianz Syariah dalam memperkuat jalur distribusi pemasaran, mengingat generasi milenial akan terus berkembang menjadi pasar asuransi syariah ke depannya. Saat ini, Allianz Syariah didukung lebih dari 30 ribu tenaga pemasar berlisensi syariah yang 60 persen di antaranya merupakan generasi milenial.

“Allianz Syariah juga bekerja sama dengan beberapa mitra perbankan untuk menjangkau dan menyediakan produk asuransi syariah kepada lebih banyak lagi masyarakat Indonesia,” sebutnya.

Lalu dari sisi layanan, Allianz Syariah menyediakan fasilitas layanan berbasis digital, baik untuk mitra bisnis/tenaga pemasar maupun nasabah, untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Mulai dari tahap menyediakan informasi produk, pengajuan asuransi, pembayaran kontribusi, informasi terkait polis sampai pengajuan klaim asuransi kesehatan syariah kini dapat dilakukan melalui platform digital.

Adapun sampai kuartal ketiga tahun 2022, Allianz Syariah telah mendistribusikan total santunan asuransi (klaim) dan pembayaran manfaat sebesar Rp658 miliar. Sebanyak 59% persen dari jumlah tersebut merupakan santunan asuransi atau klaim sebagai perwujudan dari prinsip tolong-menolong antar peserta asuransi syariah.

Baca juga: Allianz: Pilih asuransi sesuai kebutuhan individu dan keluarga
Baca juga: Allianz Indonesia luncurkan asuransi khusus untuk UMKM Indonesia
Baca juga: INA dan Allianz beri pendanaan Rp4,5 triliun ke Traveloka

 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2022