DKI kemarin, stok beras hingga RAPBD 2023

DKI kemarin, stok beras hingga RAPBD 2023

Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (25/11/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa terkait isu perkotaan dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terjadi selama satu minggu terakhir.

Dari stok beras DKI hingga Rancangan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (RAPBD) 2023.

1. Food Station pastikan stok beras DKI tak berkurang meski harga naik

Jakarta (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan stok beras di Jakarta tidak berkurang meski harga beras premium di Ibu Kota mengalami kenaikan beberapa hari terakhir.

"Pasokan tidak berkurang. Jumlah stok yang ada di Pasar Induk Cipinang 36.000 ton, terus stok di Food Station ada 12.000 ton. Jadi, total 48.000 ton atau 18 ribu ton di atas batas aman 30 ribu ton," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.
baca di sini

2. PMI Jakbar: Pakaian dan obat jadi kebutuhan utama korban gempa Cianjur

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat menyatakan pakaian dan obat-obatan menjadi kebutuhan utama yang saat ini diperlukan oleh korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

PMI Jakarta Barat menyebutkan kebutuhan prioritas korban terdampak gempa di Cianjur tersebut sebagai informasi bagi warga yang mau memberikan donasi.
baca di sini

3.Jakbar sebut 90 persen kelurahan terverifikasi bebas BAB sembarang

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menyebut 90 persen dari 56 kelurahan sudah terverifikasi menuju bebas dari kebiasaan buang air besar (BAB) sembarang atau open defecation free (ODF).

"Tahun ini hampir 90 persen kelurahan di kita sudah terverifikasi ODF. Sisanya akan dilakukan tahun depan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
baca di sini

4. DPRD-DKI sepakat RAPBD 2023 jadi Rp83,7 triliun

Jakarta (ANTARA) - Badan Anggaran (banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023 menjadi Rp83,7 triliun.

"Alhamdulillah, Banggar DPRD dan TAPD DKI Jakarta pagi ini pukul 03.44 WIB menyepakati Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp83,7 triliun," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi melalui akun Instagramnya di Jakarta, Jumat.
baca di sini
 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar