Jakarta (ANTARA) - Polsek Cakung menyelidiki kasus pemukulan terhadap pelatih panjat tebing yang diduga dilakukan oleh atlet didikannya di kawasan JGC, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (26/11).

Kapolsek Cakung Kompol Syarifah Chaira mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki laporan dari korban dan akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi pada Senin ini.

"Masih dalam proses pemeriksaan. Masih didalami karena para saksi baru akan datang," kata Syarifah Chaira di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang merekam pemukulan terhadap pelatih panjat tebing yang diduga dilakukan atlet didikannya.

Dalam narasi video disebutkan bahwa penganiayaan itu dilakukan lebih dari satu orang terhadap pelatih panjat tebing DKI Jakarta berinisial AH.

Baca juga: DKI Jakarta cari atlet panjat tebing melalui media sosial
Baca juga: Panjat tebing DKI raih satu perunggu dari nomor 'Speed Relay' Putra

Motifnya diduga karena dua anak didik AH tidak terima ketika ditegur korban akibat jarang mengikuti latihan dan ucapannya di media sosial kasar.

Pada saat sesi latihan Senin (26/11) dimulai, seorang anak didik AH yang sebelumnya ditegur tiba-tiba menyampaikan sikap tak terima dengan teguran tersebut.

Perselisihan pun terjadi hingga akhirnya terjadi pemukulan seperti yang terekam dalam video viral. Akibatnya AH mengalami luka pembengkakan di bagian hidung, pipi dan telinga kiri.

Atas kejadian dialami, AH sudah melaporkan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Cakung dan laporan diterima dengan nomor LP/B/1231/XI/2022/SPKT/SEK.CK/RJT/PMJ.
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2022